Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Dream – Beberapa hari yang lalu, mantan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama, datang ke Indonesia. Obama pun menjadi salah satu pembicara dalam Indonesia Diaspora Network di Jakarta.
Pada kesempatan itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, sempat bertegur sapa dengan Obama. Sri Mulyani berkisah terjadi percakapan singkat ketika keduanya bertemu.
Sri Mulyani sempat menanyakan kabar istri Obama, Michelle Obama. Menkeu menanyakan hal itu karena Michelle sempat memberikan sambutan dan acara pemberdayaan dan pentingnya pendidian bagi anak perempuan di negara berkembang.
“ Saya juga menanyakan bagaimana keluarga Obama menikmati liburan di Bali dan Jogjakarta,” kata dia dilansir dari akun resmi Instagramnya, @smindrawati, dikutip Dream, Senin 3 Juli 2017.
Sebaliknya, kata Sri Mulyani, Obama menanyakan kabar mantan petinggi Bank Dunia sejak dia kembali ke Indonesia. Dia juga mengapresiasi Sri Mulyani atas kinerjanya di Bank Dunia.
“ Beliau menyatakan penghargaan atas kerja saya selama di Bank Dunia dalam membantu Presiden Bank Dunia, Jim Kim, untuk mencapai dua tujuan pembangunan di Bank Dunia, yaitu mengentaskan kemiskinan dan mengatasi kesenjangan di negara-negara berkembang,” kata dia.
Selain itu, Sri Mulyani mengatakan, ketika memberikan sambutan dalam acara Indonesia Diaspora Network, Obama menyebut pentingnya menjaga Bhineka Tunggal Ika. Obama juga menyebut negara harus membangun institusi yang bersih dari korupsi dan efektif dalam melindungi masyarakat yang terancam oleh arus globalisasi.
Dia berpesan negara harus memiliki kebijakan pembangunan inklusif dan terencana, sehingga semua lapisan masyarakat bisa menikmati kemajuan dan kemakmuran dari pembangunan tersebut.
“ Suatu pesan yang sangat relevan dan penting dalam menghadapi tantangan pembangunan dan persoalan dunia saat ini,” kata Sri Mulyani.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya