Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bisnis Sewa Sepeda Sempat Booming Di China. (Foto: Shanghaiist)
Dream – Popularitas bisnis berbagi sepeda (bike sharing) di China memang meledak tahun lalu. Tapi, popularitas itu tidak menjamin apakah bisnis itu bisa berlanjut atau tidak.
Apa yang menimpa perusahaan startup Wukong Bicycles bisa menjadi pelajaran yang bisa dipetik.
Dilansir dari Shanghaiist, , Wukong terancam bangkrut setelah enam bulan beroperasi. Satu pelajaran pahit yang dipetik oleh perusahaan ini adalah selalu sertakan GPS di sepeda.
Hanya dalam setengah tahun, Wukong kehilangan 90 persen sepedanya—entah itu hilang atau dicuri. Berdasarkan Caixin, founder Wukong Bicycles, Lou Houyi, memutuskan untuk menyertakan GPS pada sepeda, tetapi perusahaan kehabisan uang.
Untuk itulah, mereka mengoperasikan bisnis bike sharing secara tradisional.
Awalnya, Wukong merilis program itu di kota Chongqin dengan 1.200 unit sepeda dan mulai mengenakan tarif untuk pengguna. Namun, tak jarang mereka menggratiskan sewa sepeda supaya bisnis tetap kompetitif.
Kini, perusahaan ini bangkrut dengan kerugian sebesar Rp5,85 miliar. “ Startupnya telah tutup. Saya akan berpikir ini adalah proyek amal,” kata Lou.
Tentu saja, bisnis sewa sepeda ini tidak menjamin sukses besar walaupun dioperasikan di kota dan dipasang GPS. Tak jarang pengguna menggeletakkan sepeda yang baru saja selesai di trotoar atau di jalan.
Maka tak jarang sepeda itu berakhir di “ kuburan sepeda”. Perusahaan pun harus menebus sepeda itu kepada otoritas. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya