Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Siapakah CEO Ini? (Foto: Campaignlive.com)
Dream – Semua orang tahu gelar sarjana tidak selalu berpengaruh terhadap kesuksesan orang-orang. Beberapa orang sukses Bill Gates dan Mark Zuckberg, tidak pernah merampungkan kuliahnya.
Apalagi kini, dunia dipenuhi dengan startup dan pekerja yang multitalenta untuk industri. Jadi, kandidat yang memegang gelar pendidikan tinggi tidaklah cukup.
Jadi, mengapa harus repot-repot kuliah selama empat tahun?
Namun, ada orang sukses yang tidak setuju dengan pernyataan ini. Dia adalah Chief Executive Officer Ogilvy and Mather, John Seifert.
Dilansir dari CBNC, Rabu 28 Juni 2017, John telah menghabiskan waktu selama 38 tahun di perusahaan dan itu pun dia tidak punya gelar sarjana.
“ Saya ini mahasiswa D.O dan itu membuat ibu saya sangat kecewa,” kata dia.
Dia mengatakan, generasi muda saat ini lebih siap dan lebih terkualifikasi daripada dirinya. John mencontohkan tahun lalu, banyak perusahaan yang menjaring lebih dari 5 persen sarjana daripada tahun 2015.
Kemudian, pada tahun 2016, 21 persen lulusan sarjana telah menerima pekerjaan sebelum lulus. Angka ini naik dari jumlah sarjana yang diterima pada 2015.
John mengatakan, awalnya, dia bekerja di Ogilvy and Mather sebagai karyawan magang dan dia merasa beruntung. Para mentor di perusahaan itu membantu pria ini untuk belajar. Di perusahaan agensi itu, John mendapatkan lebih banyak hal yang bisa dipelajari daripada di universitas. Dia juga mengaku tidak cocok dengan kehidupan pendidikan.
“ Saya bosan di sekolah dan saya rasa itu juga dialami oleh anak muda lainnya. Yang saya inginkan adalah berada di lingkungan yang berbeda,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya