Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nissan Motor. (Foto: Nissan.com.au)
Dream – Salah satu produsen otomotif, Nissan Motor, berencana untuk merilis layanan ride sharing dan ride hailing tanpa sopir beberapa tahun ke depan. Produsen otomotif ini terlihat unggul dalam mempoduksi dan menjual mobil untuk bertahan di sektor otomotif.
Dilansir dari Channel News Asia, mobil ini memanfaatkan keahlian dalam fungsi mengemudi otomatis untuk pasar mobil massal.
Nissan mengembangkan layanan ini karena bersaing dengan perusahaan teknologi seperti Alphabet dan Uber di pasar pay per ride, yang tumbuh cepat dan mengancam permintaan mobil.
Kepala Divisi Layanan Kendaraan dan Mobilitas Nissan-Renault, Ogi Redzic, mengatakan perusahaan ini akan memulai layanan mengemudi sendiri di mobil listriknya dalam 10 tahun ke depan.
“ Kami berpikir ini adalah kesempatan besar bagi kami untuk menyelaraskan otomasi, kendaran listrik serta jasa ride sharing dan hailing,” kata dia.
Sekadar informasi, Nissan dan Renault bergabung untuk dengan kelompok produsen mobil yang berkomitmen untuk masuk ke pasar ride hailing, di mana Goldman Sachs memprediksi pasar ini akan tumbuh menjadi lima kali lipat di pasar taksi.
Redzic mengatakan rekan Jepang dan Peranvis tengah menguji kendaraan penggerak sendiri. Kendaraan ini akan berjalan sendiri dengan pick up dan drop off yang telah ditentukan sebelumnya.
Kedua produsen mobil ini mengembangkan sistem itu dengan membuat sistem dengan perangkat lunak game Jepang, DeNA Co., Ltd., dan operator transportasi umum Perancis, Transdev. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya