Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Kopi. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pemerintah terus memperkenalkan dan meningkatkan daya saing kopi Indonesia. Salah satu caranya adalah mengikutsertakan kopi Indonesia ke pameran dunia.
Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Budapest, Hikmat Rijadi, mengatakan bahwa kopi Indonesia diikutsertakan dalam pameran World of Coffee Budapest 2017 di Hung Expo Budapest, Hungaria pada 13-15 Juni 2017.
Dalam pameran ini, transaksi kopi yang dibukukan selama pameran mencapai US$4,9 juta (Rp65,53 miliar).
“ Kami mengharapkan partisipasi Indonesia dalam World of Coffee Budapest 2017 ini mampu mengenalkan dan menjadikan specialty coffee Indonesia semakin kompetitif di pasar Eropa,” kata Hikmat, di Budapest, dilansir dari situs kemendag.go.id, Selasa 4 Juni 2017.
Dia mengatakan kopi spesial Indonesia yang dipromosikan adalah kopi arabika yang berasal dari Sumatera Gayo, Lintong, Kerinci, Solok Minang, Bengkulu, Jawa Barat Preanger, Papandayan, Jawa Tengah Temanggung, Jawa Timur Bondowoso dan Kalisat, Bali Kintamani, Flores Bajawa, Sulawesi Toraja, dan Papua Wamena.
Kopi robusta pun turut dipamerkan dalam acara ini. Kopi robusta yang diikutsertakan dalam World of Coffee adalah kopi robusta asal Lampung, Jawa Tengah Temanggung, Flores Manggarai, dan kopi Luwak.
Sekadar informasi, dalam pameran ini, Indonesia membuat Paviliun Indonesia yang bertemakan Indonesia Specialty and Sustainable Coffee didesain dengan nuansa Jawa Barat dengan latar Gedung Sate di area seluas 98 meter persegi.
Di pavilion ini, ada 10 perusahaan eksportir/produsen kopi dan asosiasi, seperti PT Goesar Trading Persada, PT Lintang Qartiqa Surakarta, PT Bintang Lima Pasifik, PT Mayora Indah Tbk, dan Javenero. Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (ASKI) dan Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) juga turut ikut acara ini.
Kopi Indonesia Bisa Rambah Eropa
Menurut Atase Perdagangan Brussel, Olvy Andrianita, pertumbuhan industri ritel kopi di Eropa, khususnya Hongaria, seperti Starbucks, Costa Coffee, dan kafe lokal meningkat. Hal ini mengindikasikan kebutuhan kopi di Eropa semakin tinggi dan budaya minum kopi semakin merata di segala jenjang umur dengan tingkat konsumsi kopi 3,5 kg per kapita per tahun.
Nilai ekspor kopi Indonesia ke Uni Eropa pada 2016 pun tercatat 239,57 juta euro (Rp3,64 triliun), meskipun tren ekspornya menurun 0,05 persen dalam 5 tahun terakhir (2012-2016).
“ Peluang besar ini harus dijadikan kesempatan untuk meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke wilayah Eropa, khususnya Hongaria. WoC menjadi kesempatan menunjukkan eksistensi kopi Indonesia dan mempromosikan specialty and sustainable coffee kepada buyer dan pencinta kopi Eropa,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya