6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream – PT Bank Muamalat Indonesia akan mengubah komposisi pembiayaan perbankannya. Dalam beberapa tahun ke depan, pionir bank syariah ini akan menempatkan sektro ritel dan consumer sebagai unjuk tombak bisnis perusahaan.
" Kami ingin balik dalam 3 tahun mendatang, at least 60 persen sektor retail dan consumer, sementara 40 persen adalah sektor korporasi dan komersial," kata Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia, Endy Abdurrahman, dalam peluncuran " KPR iB Muamalat Angsuran Super Ringan" di Muamalat Tower, Jakarta, Senin 8 Agustus 2016.
Endy mengatakan pengubahan portofolio ini tak hanya mempertimbangkan tingkat risiko dan kualitas pembiayaan, tapi juga faktor kebutuhan rumah oleh masyarakat yang sangat besar.
“ Dari 250 juta penduduk dengan demografis 50-70 juta penduduknya adalah middle class income, pada tiga tahun mendatang berada pada puncaknya dan kebetulan perumahan itu yang pertama dalam hal sandang, pangan, dan papan,” kata di.
Sementara itu Direktur Retail and Consumer Banking Bank Muamalat, Purnomo B. Soetadi, menambahkan saat ini, portofolio sektor ritel dan konsumer pembiayaan Bank Muamalat sebesar 40 persen, sedangkan sektor korporasi dan komersial sebesar 60 persen.
Pihaknya juga menyebut sektor KPR masih menjadi kontributor terbesar untuk sektor ritel dan consumer. Dikatakan bahwa saat ini sektor KPR memegang porsi terbesar di sektor pembiayaan, yaitu 80 persen.
" Mayoritas dukungannya dari KPR," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
