Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Mengelola Uang.
Dream – Sebagai utusan Allah SWT, Nabi Muhammad SAW punya banyak kelebihan yang terlihat dari kebiasaan, prinsip, serta tindakannya dalam hidup sehari-hari. Sosok ini menjadi panutan umat Islam agar memiliki kehidupan yang lebih baik.
Salah satu yang bisa diteladani dari Rasulullah SAW adalah finansial. Ada beberapa prinsipnya yang bisa diterapkan agar sukses dalam kehidupan, mulai dari masalah bisnis sampai mengelola keuangan.
Dikutip dari cekaja.com, Sabtu, 6 Agustus 2016, ada empat yang keteladanan yang bisa ditiru dari Rasulullah SAW dalam berbisnis dan mengelola keuangan. Apa saja?
Mulai dari berdagang...
© Dream
Rasulullah SAW berdagang sepanjang hidupnya untuk mencari rezeki. Jika ditiru, orang akan mencapai kesuksesan yang besar. Lihat saja orang-orang yang masuk ke daftar orang terkaya di dunia merupakan pebisnis atau wirausahawan.
Jika ingin menjadi orang sukses, cobalah untuk memupuk rasa dan insting wirausaha yang dimiliki dengan menjalankan bisnis sampingan skala kecil.
© Dream
Dalam berbisnis, Nabi Muhammad SAW selalu mengambil untung sedikit atau sewajarnya. Sikap ini bisa ditiru. Ingat, kalau untung yang diambil terlalu besar, penjualan produk akan menjadi sulit.
Tak hanya itu, dengan untung yang sewajarnya, Anda bisa membuat banyak orang yang tertarik untuk membeli produk yang dijual. Kalau banyak orang yang membeli produk, keuntungan yang didapat juga akan semakin besar. Lebih baik untung sedikit, tapi produk yang terjual banyak daripada untung banyak, tapi produk yang laku sedikit.
© Dream
Pelajaran lainnya yang bisa dipetik dari panutan umat Islam ini adalah mengelola uang dengan lebih bijak. Jangan sampai besar pasak daripada tiang alias besar pengeluaran daripada pendapatan.
Zaman sekarang banyak orang yang memiliki banyak cicilan sampai tak bisa membayarnya. Biasanya hal itu disebabkan mereka mengutamakan gengsi dan gaya hidup. Utang memang
© Dream
Rasulullah SAW mengajarkan umat muslim di seluruh dunia untuk saling berbagi, khususnya berbagi harta. Dalam hukum Islam, setidaknya ada 2,5 persen dari harta milik adalah kepunyaan fakir miskin dan anak yatim.
Bersedekah juga disebut-sebut bisa meningkatkan kebahagiaaan. Menurut penelitian Harvard Business School, semakin banyak orang bersedekah, maka semakin banyak pula kebahagiaan yang akan dia dapat. Oleh sebab itu, rutinlah bersedekah dari setiap pendapatan yang diperoleh agar hidup menjadi lebih bahagia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya