Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,18 Persen Pada Kuartal II 2016. (Sumber: Merdeka.com)
Dream – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,18 persen. Pertumbuhan ini lebih tinggi daripada kuartal I 2016 yang sebesar 4,66 persen dan kuartal I 2016 yang sebesar 4,91 persen.
Sementara itu, besar produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal II 2016 sebesar Rp3.086,6 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp2.353,2 triliun.
" Dari sisi produksi, pertumbuhan ini didorong oleh hampir semua lapangan usaha," kata Kepala BPS, Suryamin, di Jakarta, Jumat 5 Agustus 2016.
Dia mengatakan pertumbuhan sektor usaha tertinggi ada di jasa keuangan dan asuransi yang tumbuh 13,51 persen, diikuti oleh sektor Informasi dan Komunikasi yang tumbuh 8,47 persen dan Jasa Lainnya 7,88 persen. Namun, di sisi produksi, sektor Pertambangan dan Penggalian justru melambat 0,72 persen.
Sementara itu, kata Suryamin, hampir semua komponen tumbuh. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 6,72 persen dan diikuti oleh pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 6,28 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 5,06 persen, dan konsumsi rumah tangga 5,04 persen.
" Tapi, ekspor dan impor tumbuh negatif masing-masing -2,03 persen dan -3,01 persen," kata dia.
Suryamin menambahkan struktur ekonomi di Indonesia pada triwulan II ini didominasi oleh Jawa dan Sumatera. Jawa menyumbang 58,81 persen terhadap PDB. Sumatera menyumbang 22,02 persen terhadap PDB.
" Sementara itu, Kalimantan menyumbang 7,61 persen," kata dia. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya