Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Mengelola Uang.
Dream – Setiap orang pasti selalu mendambakan kehidupan yang lebih mapan dan nyaman di masa depan. Tapi, hidup semacam itu perlu dicapai dengan berbagai kesiapan, terutama yang berkaitan dengan pengaturan keuangan.
Salah satu caranya dengan berinvestasi sejak usia muda. Dilansir dari Bareksa, Minggu 7 Agustus 2016, seperti halnya menabung, investasi atau menanamkan modal pada aset-aset tertentu perlu dilakukan sejak dini dan tidak harus menunggu penghasilan yang cukup besar atau saat berusia matang.
Kita harus belajar menyisihkan dana untuk investasi sejak masih muda meskipun penghasilan yang diterima belum terlalu besar. Jika memulai sejak muda, tentu masih banyak waktu untuk mengumpulkan uang dan berkembang lebih besar dengan investasi.
Usia 20-30 tahunan ini merupakan waktu yang tepat untuk investasi karena orang-orang sudah bekerja dan memiliki tujuan yang hendak dicapai dalam hidup.
Contohnya, tujuan investasi ini untuk menikah, memiliki rumah, atau kendaraan. Oleh karena itu, wajar jika usia ini perlu mengatur keuangannya dan mulai berinvestasi. Lalu, muncul pertanyaan bagaimana bisa berinvestasi dengan modal kecil. Kini, investasi bisa dilakukan dengan modal minim, seperti reksa dana yang modal awal sebesar Rp100 ribu.
Sebelum investasi, ada hal-hal yang perlu diperhatikan, seperti jenis investasi dan alokasi dana. Yang tak kalah penting adalah memilih investasi yang sesuai dengan usia karena usia mempengaruhi tujuan investasi, alokasi, dan profil risiko masing-masing individu.
Orang yang berusia 20-an tahun tentu memiliki pola pikir yang berbeda dengan orang yang berusia 30-an tahun.
Seperti apa, sih karakteristik dan alokasi dana investasi usia 20-30 tahunan? Berikut ini adalah ulasannya.
1. Usia 20-an
Saat berusia 20-an tahun, umumnya karier mulai dirintis. Dengan penghasilan yang diterima, usia ini berusaha untuk mandiri dan lepas dari ketergantungan orangtua. Tapi, kelompok ini kadang digoda banyak hal seperti tawaran kartu kredit dan belanja dan bisa meningkatkan pengeluaran.
Baca selengkapnya di sini. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya