Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Dream – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mempermudah anggota Koperasi Simpan Pinjam Sahabat Mitra Sejati untuk berdonasi. Anggota koperasi ini bisa menyalurkan dana zakat, infak, dan sodaqoh (ZIS) melalui aplikasi Sobatku.
“ Mudah-mudahan ini sebagai sarana mempermudah membantu sesama,” kata Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta, di kantornya, Jakarta, Senin 11 Februari 2019.
Arifin mengatakan, saat ini Baznas terus menggandeng perusahaan yang memiliki berbagai fitur financial technology. Menurutnya, masyarakat biasanya setia pada satu aplikasi meskipun punya fungsi yang sama.
“ Makanya kita terus jalin kerja sama. Masyarakat Indonesia itu, kan, setia sama satu aplikasinya nggak sama," kata dia.

Ketua Pengawas KSP Sahabat Mitra Sejati, Dodong Cahyono mengatakan, aplikasi Sobatku ini diluncurkan satu setengah tahun lalu. Aplikasi ini telah memiliki izin dari Bank Indonesia (BI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Jika ingin menggunakan aplikasi Sobatku, masyarakat harus terlebih dulu menjadi anggota koperasi.
" Kami yakin kerja sama ini nantinya akan saling menguntungkan bagi keduabelah pihak termasuk para donatur tetap maupun calon donatur yang belum menggunakan aplikasi Sobatku,” kata Dodong.
(ism)
Dream - Survei lembaga amal Inggris, Charities Aid Foundation (CAF) menempatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia. Status tersebut tak lantas membuat kebiasaan saling berbagi berhenti di tempat.
Masyarakat harus terus diberi edukasi untuk menderma satu sama lain. Kebiasaan itu harus mulai diturunkan salah satunya kepada generasi milenials.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bambang Sudibyo mengatakan, upaya mengedukasi kaum milenials untuk saling berbagi harus dilakukan dengan menyesuaikan gaya hidup mereka. Salah satu yang dilakukan Baznas adalah melalui film.
Bekerjasama dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) DPC Wonosobo, Baznas menggarap film berjudul " Iman Dipangkuan Sang Fakir" .
" Karena itu BAZNAS terus mengkampanyekan ajakan kebaikan, terus mengajak peran aktif masyarakat dalam permasalahan nyata yang terjadi di sekitar lingkungan mereka," kata Bambang di XXI Epicentrum, Jakarta, Rabu 6 Februari 2019.
Produser film Iman di Pangkuan Sang Fakir, Maizidah Salas menceritakan film ini sarat dengan makna berupa anjuran untuk saling berbagi. Kebiasaan menderma dapat dilakukan siapapun tanpa menunggu hidupnya menjadi seorang yang kaya raya.
" Kita perlu terus menanam rasa kepedulian di dalam hati dan menularkannya kepada lingkungan. Sebab banyak hal yang dapat membuat rasa kepedulian itu menjadi terkikis," ucap Maizidah.
Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta mengatakan, film ini nantinya akan diputar secara independen di Baznas daerah.
" Kalau film ini diresapi, diambil hikmahnya makin banyak orang yang bisa tertolong karena semangat berbagi," ujar Arifin.
Selain itu, film ini juga diputar di luar negeri. " Sudah ada permintaan dari Komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri untuk memutar film ini di Hongkong, Taiwan dan Korea," kata dia.
Film Iman di Pangkuan Sang Fakir berdurasi 1 jam 38 menit. Kisahnya berfokus pada anak balita bernama Iman, yatim piatu yang diasuh oleh neneknya. Dalam cerita itu, Iman dan neneknya memiliki tetangga seorang ibu dua anak bernama Warti yang ditinggal pergi suaminya karena terlilit utang.
Tak mampu membayar utang, Warti harus rela melepaskan rumahnya diambil paksa rentenir. Bersama kedua anaknya, Warti memutuskan untuk mengungsi ke rumah Iman. Selang beberapa waktu, nenek Iman yang sehari-hari berjualan tempe goreng tertabrak mobil. Nenek Iman pun lumpuh dan hanya berbaring di atas kasur.
Entah sebab apa, Warti lupa diri. Dia mengusir Iman ketika sudah masuk sekolah dasar. Alasannya Iman menjadi benalu karena menumpang di rumahnya, padahal itu merupakan rumah Iman dan sang nenek.
Singkat cerita, Iman pun tumbuh dewasa, ia bekerja di pasar menjadi kuli angkut dan tukang sapu. Meski kondisi ekonominya kurang baik, Iman rela mengeluarkan uangnya untuk memberi makan anak-anak yang dibuang oleh orangtuanya di pasar.
Iman yang sudah tumbuh dewasa itu kemudian bertemu dengan kerabatnya, dia diberi kabar kalau Warti tengah sakit keras. Di hatinya sempat ada sakit hati, karena masa kecilnya sering diperlakukan tak enak oleh Warti, terlebih ia harus terusir dari rumahnya sendiri.(Sah)
Dream - Perayaan ulang tahun ke-18 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pada 17 Januari 2019 terasa spesial. Sebab, mereka kembai mendapat sertifikat ISO 9001-2015 dari Worldwide Quality Assurance (WQA), lembaga sertifikasi manajemen berstandar global yang berbasis di Inggris.
" Semoga menambah rasa kepercayaan masyarakat sehingga Baznas bisa lebih luas menyalurkannya kepada para mustahik, dan ikut membantu program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia," ujar Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, di kantornya, Jakarta, Jumat 18 Januari 2019.
Bambang menjelaskan, sertifikat ISO diperoleh Baznas sejak 2017. Menurut dia, sertifikat ISO penting karena sebagai bukti pengelolaan Baznas dikerjakan secara profesional.
Baznas telah menerima sertifikat standar internasional dari WQA sejak 2007 meski namanya bukan ISO. " Dari WQA sudah diraih sejak 2007. Ini menunjukkan keseriusan Baznas dalam mengelola zakat menerapkan manajemen modern yang mutakhir," ucap dia.
Di tempat yang sama, Komisaris WQA, Iskandar Zulkarnain, mengatakan, tidak mudah suatu lembaga mendapat sertifikat ISO 9001:2015.
" Laporan keuangan sudah audited, aliran dana masuk, sumbangan dari mana saja hingga penyalurannya itu dijabarkan," kata Iskandar.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

