Raih ISO 9001:2015, Baznas Bidik Sertifikat Anti Suap dan Keamanan IT

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 3 Februari 2020 19:00
Raih ISO 9001:2015, Baznas Bidik Sertifikat Anti Suap dan Keamanan IT
Beberapa Basnaz daerah diharapkan bisa meraih torehan ini.

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali meraih sertifikat ISO 9001:2015 dalam pengelola pengelolaan zakat setelah diraih sebelumnya pada tahun 2011. Dengan sertifikat tersebut, Baznas telah menerapkan standar internasional untuk Sertifikasi Sistem Manajemen mutu atau sertifikasi sistem manajemen Kualitas.

" Baznas senantiasa memperoleh sertifikat ISO versi jenis ini. Bahkan versinya terlebih dahulu," ujar Ketua Baznas, Bambang Sudibyo  di Kantor Pusat Baznas, Jakarta, Senin, 5 Februari 2020.

Dengan penerimaan sertifikat ISO tersebut, Bambang menargetkan Baznas menambah paling tidak dua sertifikat ISO lainnya. Sertifikasi yang dimaksud adalah standarisasi keamanan data informasi dan teknologi (IT), serta pengelolaan operasi Baznas anti suap.

" Saat ini Baznas sedang berjuang untuk menambah sertifikasi jenis lainnya, sekarang dalam proses bekerja sama dengan Wordwide Quality Assurance (WQA)," ucap dia.

Dengan kembali mendapat sertifikat ISO 9001:2015 ini, Bambang berharap Baznas daerah juga mampu mencotohnya. Saat ini, kata dia, beberapa Baznas daerah yang sudah mendapat sertifikat ISO 9001:2015 ini yakni Jawa Barat, Kepulauan Riau, Banten.

" Kabupaten/kota itu, kota Depok, Sragen, Kendal, Cilacap, Karanganyar. Banyuwangi sedang dalam proses," kata dia.

Di lokasi yang sama, Komisaris WQA Regional Asia Pasifik, Novian Putra mengatakan, untuk dua sertifikat ISO bidang anti suap dan keamanan IT saat ini masih dalam proses.

" Insya Allah akan ada ISO 370.000 anti suap dan ISO 270.000 ribu terkait IT security," ujar Novian.

1 dari 5 halaman

Zavira, Robot Pelayan Zakat Milik Baznas

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia, meluncurkan layanan chat bot zakat virtual asisstant di aplikasi percakapan Line. Pengguna cukup menambahkan @BaznasIndonesia di pencarian Line untuk bisa meakukan percakapan dengan robon yang diberi nama Zavira tersebut.

" Zavira ini sudah dilengkapi dengan teknologi artificial intelligence (AI), sehingga masyarakat bisa menanyakan apa saja seputar kemudahan bayar zakat, infak, dan sedekah," ujar anggota Baznas, Emmy Hamidiyah, di Jakarta, Rabu 18 Desember 2019.

Zavira, tambah dia, mampu menjadi kalkulator bagi penggunanya yang ingin mengetahui berapa banyak zakat penghasilan yang harus dikeluarkan dari gaji yang diterimanya setiap bulan.

" Di kanal ini pengguna Line bisa mendapatkan informasi tentang penghitungan zakat penghasilan, zakat mal, bayar sedekah dan bayar zakat," ucap Emmy.

Inovasi tersebut, tambah dia, bertujuan menggaet para milenials agar lebih gemar berzakat dan bersedekah.

2 dari 5 halaman

Diharapkan Tingkatkan Pengelolaan Zakat

Emmy mengatakan, peningkatan pengumpulan zakat melalui akses digital selalu meningkat setiap tahunnya. Pada 2017 peningkatan mencapai 3 persen, 2018 peningkatan sebesar 6 persen, dan 2019 mencapai 18 persen.

" Baznas memperkirakan pada 2030 akan mencapai 30 persen," kata dia.

General Manager Government Service PT Telkom Indonesia, Rachmad Dwi Hartanto, mengatakan, kerja sama ini diharapkan mampu membantu Baznas dalam meningkatkan pengumpulan zakat.

" Zavira merupakan sebuah kolaborasi teknologi antara Baznas dan Telkom melalui platform vutura, yang merupakan chatboat solution milik Telkom," ujar Rachmad.

3 dari 5 halaman

Baznas Ungkap Sumber Potensi Zakat di Indonesia

Dream - Indonesia tercatat sebagai negara memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Dari banyaknya penduduk Muslim tersebut, tersimpan potensi zakat mencapai Rp217 triliun.

Tetapi, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pada 2019 hanya menargetkan pengumpulan zakat di seluruh Indonesia sebesar Rp9 triliun. Nilai tersebut tentu masih sangat jauh dari potensinya.

" Sebetulnya kalau dilihat grafik periode ketika pimpinan Baznas dilantik dari 2015, itu kenaikannya sudah 300 persen, kalau di (Baznas) Pusat saja naik 400 persen," ujar Komisioner Baznas, Irsyadul Halim di kantornya, Jakarta, akhir pekan lalu.

Halim mengungkapkan sumber potensi zakat ada pada perusahaan dan retail. Menurutnya dia, jika karyawan di suatu perusahaan besar mau membayarkan zakat secara teratur ditambah zakat perusahaan, maka potensi yang nilainya mencapai ratusan triliun itu bisa terkumpul.

" Kalau zakat perusahaan yang besar-besar itu kan milik non-Muslim, makanya nggak gampang," kata dia.

4 dari 5 halaman

Zakat PNS

Halim menerangkan Baznas juga tengah memikirkan cara untuk menghimpun dana zakat yang diambil dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal itu dinilai lebih mudah ketimbang menyasar perusahaan swasta.

" Kalau ASN bisa, tergantung kepalanya atau menterinya," kata Halim.

Lebih lanjut, dia berharap dengan pengumpulan zakat yang semakin besar, masyarakat bisa dientaskan dari kemiskinan.

Selama ini, dana zakat yang disalurkan kepada mustahik tidak hanya berupa uang. Baznas juga memberikan berbagai pembinaan untuk meningkatkan kesejahteraan para mustahik.

5 dari 5 halaman

Baznas Pusat dan DKI Bantu 500 Mustahik Kembangkan ZMart

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan Baznas DKI Jakarta mengembangkan Zmart. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan mustahik melalui usaha retail.

" Bagaimana kita kembangkan potensi retail mustahik, terutama di Jakarta," ujar Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauqi Beik di kantornya, Jakarta, Kamis 12 Desember 2019.

Irfan menjelaskan kerja sama ini dilakukan untuk penentuan mustahik yang memiliki warung atau layak dibantu. Nantinya, Baznas DKI Jakarta siap memberikan bantuan modal, perlengkapan dagang, renovasi senilai Rp5 miliar untuk 500 warung.

Sejauh ini, terdapat 800 unit Zmart binaan Baznas Pusat yang tersebar di seluruh Indonesia.

" Zmart akan diarahkan menjadi marketplace atau etalase untuk semua produk yang dihasilkan oleh mustahik penerima manfaat program Baznas," kata dia.

Ketua Baznas DKI, Ahmad Lutfi Fathullah, mengatakan kerja sama ini dilakukan tidak lain untuk meningkatkan ekonomi para mustahik yang ada di Jakarta.

" Dari kerja sama ini yang mendapat manfaat tentu kami, Jakarta, namun namanya Baznas nggak lihat Jakarta, begitu umat mendapat manfaat itulah tujuan kami," kata Lutfi.

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam