Alhamdulillah, Bayar Zakat dan Kurban Kini Bisa di Pegadaian

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 9 Januari 2020 08:01
Alhamdulillah, Bayar Zakat dan Kurban Kini Bisa di Pegadaian
Cara ini diharapkan memudahkan akses masyarakat untuk mengeluarkan zakat, infak, dan sedekah.

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) membuka layanan pembayaran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dan kurban di seluruh gerai Pegadaian di Indonesia.

" Kita beri kemudahan berzakat bagi masyarakat," ujar Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020.

Selain bisa digunakan masyarakat, Arifin mengaku senang karena kerja sama dengan Baznas ini akan semakin memudahkan masyarakat untuk mengakses saluran untuk menyalurkan ZIS dan kurban.

" Di konter pegadaian juga nanti ada banner Baznas," ucap dia.

Dia mengatakan, para pegawai Pegadaian nantinya akan mendapat arahan mengenai cara menerima dana ZIS dan juga bayar kurban. Diharapkan cara itu, lebih dapat membantu masyarakat.

Lebih lanjut, kata dia, penghimpunan dana ZIS melalui ritel ini mencapai 5 persen pertahunnya. Jumlah gerai Pegadaian yang ada di seluruh Indonesia diharapkan dapat meningkatkan penghimpunan ZIS.

" Sangat potensial dan sekarang konter Baznas jadi ribuan," kata dia.(sah)

1 dari 5 halaman

Baznas AR Jadi Sarana Informasi Virtual Zakat

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus berusaha menjangkau kalangan milenials melalui berbagai layanan berbasis digital. Kali ini, Baznas bekerja sama dengan MonsterAR meluncurkan aplikasi Baznas Augmented Reality (AR).

Salah seorang anggota Baznas, Emmy Hamidiyah mengatakan, aplikasi Baznas AR berisi informasi seputar zakat dan fitur kalkulator untuk menghitung besaran zakat yang dibayarkan.

" Selain informasi, para pengguna juga bisa melakukan pembayaran zakat, infak, sedekah (ZIS) dan kurban, yang nantinya akan terhubung ke web Baznas," ujar Emmy di kantor pusat Baznas, Jakarta, Senin, 23 Desember 2019.

Dia mengatakan, aplikasi Baznas AR ini sudah bisa digunakan untuk pengguna smartphone Android.

" Ada lima platform yang dikembangkan Baznas untuk mendorong zakat digital," ucap dia.

Paltform pertama, kata Emmy, Baznas memiliki website www.baznas.go.id serta aplikasi bernama Muzaki Corner. Kedua, memanfaatkan commercial platform yang bekerja sama dengan e-commerce.

Layanan ketiga berupa pemanfaatan sosial media untuk mensosialisasikan program Baznas, keempat ada innovative platform dan kelima ada chatboat zakat virtual asisstant (Zavira) di aplikasi percakapan Line dengan teknologi artificial intelligence (AI).

Direktur Utama MonsterAR, Rizal Pamungkas mengatakan, bagi pengguna yang hendak menggunakan aplikasi cukup masuk ke Baznas AR. Setelah itu arahkan kamera smartphone ke logo Baznas untuk melakukan scan. Setelah itu, akan muncul beberapa fitur mengenai informasi Baznas.

Meski demikian, ketika Dream mencoba aplikasi tersebut masih terdapat beberapa kelemahan. Misalnya, ketika baru pertama masuk aplikasi itu pengguna langsung dihadapkan pada layar kosong seperti sedang membuka aplikasi kamera.

Pada bagian ini, lebih baik dibuat fitur cara penggunaan aplikasi tersebut. Misalnya, pengguna harus mengarahkan kamera ke logo Baznas agar pengguna tidak kebingungan.

Kekurangan kedua yakni tidak tersedia menu keluar. Jadi, apabila penggunaan hendak keluar aplikasi, pengguna perlu menekan tombol home gawainya.

2 dari 5 halaman

Zavira, Robot Pelayan Zakat Milik Baznas

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia, meluncurkan layanan chat bot zakat virtual asisstant di aplikasi percakapan Line. Pengguna cukup menambahkan @BaznasIndonesia di pencarian Line untuk bisa meakukan percakapan dengan robon yang diberi nama Zavira tersebut.

" Zavira ini sudah dilengkapi dengan teknologi artificial intelligence (AI), sehingga masyarakat bisa menanyakan apa saja seputar kemudahan bayar zakat, infak, dan sedekah," ujar anggota Baznas, Emmy Hamidiyah, di Jakarta, Rabu 18 Desember 2019.

Zavira, tambah dia, mampu menjadi kalkulator bagi penggunanya yang ingin mengetahui berapa banyak zakat penghasilan yang harus dikeluarkan dari gaji yang diterimanya setiap bulan.

" Di kanal ini pengguna Line bisa mendapatkan informasi tentang penghitungan zakat penghasilan, zakat mal, bayar sedekah dan bayar zakat," ucap Emmy.

Inovasi tersebut, tambah dia, bertujuan menggaet para milenials agar lebih gemar berzakat dan bersedekah.

3 dari 5 halaman

Diharapkan Tingkatkan Pengelolaan Zakat

Emmy mengatakan, peningkatan pengumpulan zakat melalui akses digital selalu meningkat setiap tahunnya. Pada 2017 peningkatan mencapai 3 persen, 2018 peningkatan sebesar 6 persen, dan 2019 mencapai 18 persen.

" Baznas memperkirakan pada 2030 akan mencapai 30 persen," kata dia.

General Manager Government Service PT Telkom Indonesia, Rachmad Dwi Hartanto, mengatakan, kerja sama ini diharapkan mampu membantu Baznas dalam meningkatkan pengumpulan zakat.

" Zavira merupakan sebuah kolaborasi teknologi antara Baznas dan Telkom melalui platform vutura, yang merupakan chatboat solution milik Telkom," ujar Rachmad.

4 dari 5 halaman

Baznas Ungkap Sumber Potensi Zakat di Indonesia

Dream - Indonesia tercatat sebagai negara memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Dari banyaknya penduduk Muslim tersebut, tersimpan potensi zakat mencapai Rp217 triliun.

Tetapi, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pada 2019 hanya menargetkan pengumpulan zakat di seluruh Indonesia sebesar Rp9 triliun. Nilai tersebut tentu masih sangat jauh dari potensinya.

" Sebetulnya kalau dilihat grafik periode ketika pimpinan Baznas dilantik dari 2015, itu kenaikannya sudah 300 persen, kalau di (Baznas) Pusat saja naik 400 persen," ujar Komisioner Baznas, Irsyadul Halim di kantornya, Jakarta, akhir pekan lalu.

Halim mengungkapkan sumber potensi zakat ada pada perusahaan dan retail. Menurutnya dia, jika karyawan di suatu perusahaan besar mau membayarkan zakat secara teratur ditambah zakat perusahaan, maka potensi yang nilainya mencapai ratusan triliun itu bisa terkumpul.

" Kalau zakat perusahaan yang besar-besar itu kan milik non-Muslim, makanya nggak gampang," kata dia.

5 dari 5 halaman

Zakat PNS

Halim menerangkan Baznas juga tengah memikirkan cara untuk menghimpun dana zakat yang diambil dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal itu dinilai lebih mudah ketimbang menyasar perusahaan swasta.

" Kalau ASN bisa, tergantung kepalanya atau menterinya," kata Halim.

Lebih lanjut, dia berharap dengan pengumpulan zakat yang semakin besar, masyarakat bisa dientaskan dari kemiskinan.

Selama ini, dana zakat yang disalurkan kepada mustahik tidak hanya berupa uang. Baznas juga memberikan berbagai pembinaan untuk meningkatkan kesejahteraan para mustahik.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak