Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap, keputusannya memberikan bebas visa kunjungan bagi wisatawan mancanegara (wisman) daril 45 negara akan memperbesar jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, tidak terkecuali Bali.
“ Jadi diharapkan dengan bebas visa ini, wisatawan yang datang ke kita akan semakin besar, dan tahun 2019 diharapkan jumlah wisman yang datang ke Bali sekitar 10 juta. Karena target nasional double. Bali sekarang 4 juta, double saya 9 juta,” kata Jokowi dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pada pembukaan Pesta Kesenian Bali ke-37, di Taman Budaya (Art Center), Denpasar, Bali, akhir pekan lalu.
Seperti dikutip dalam situs Sekretariat Kabinet, Senin 15 Juni 2015, ke-45 negara yang diberikan fasilitas bebas visa kunjungan ke Indonesia itu, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2015 adalah 9 (sembilan) negara ASEAN, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Vietnam, Laos, dan Myanmar.
Lima negara Asia Timur, yaitu RRT, Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, Makau; 5 (lima) negara Timur Tengah; Qatar, UEA, Bahrain, Kuwait, dan Oman. Dua negara Afrika; Afrika Selatan dan Maroko.
Ada juga 17 negara Eropa, yaitu Inggris, Jerman, Perancis, Belanda, Itali, Spanyol, Swis, Belgia, Swedia, Austria, Denmark, Norwegia, Finlandia, Polandia, Hungaria, Ceko, dan Rusia; dan 4 (empat) negara Pasifik; Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, dan Meksiko. Dan terakhir, tiga negara Amerika Latin, yaitu Cile, Peru, dan Ekuador.
Terkait penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali itu, Jokowi mengemukakan, kebudayaan sampai batas-batas tertentu ditampilkan untuk kemudian memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Artinya, lanjut Jokowi, pembangunan kebudayaan akan memperkuat pembangunan pariwisata dan pembangunan pariwisata akan memperkuat pembangunan kebudayaan.
“ Itu yang saat ini dikenal dengan cultural industry. Cultural industry adalah industri dengan nilai tambah yang tertinggi," pungkasnya.
Menurut Jokowi, Bali mempunyai potensi yang sangat besar untuk cultural industry ini, dan ia meyakini Bali dapat mengalahkan dunia dalam hal cultural industry ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya