Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Berguguran Dikurung Sentimen Negatif

Reporter : Syahid Latif
Senin, 15 Juni 2015 09:27
Indeks Syariah Berguguran Dikurung Sentimen Negatif
Pelaku pasar khawatir dengan kondisi perekonomian Yunani dan beragam sentimen negatif dari dalam negeri.

Dream - Pasar modal Indonesia kembali dikurung sentimen negatif dari dalam dan luar negeri. Alhasil indeks saham syariah memulai awal pekan dari zona merah.

Kabar gembira sedikit muncul dari aksi pemodal asing. Pagi ini asing mencoba masuk ke pasar modal meski dengan nett buy relatif kecil.

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 15 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,363 poin ke level 159,040.

Hingga 7 menit waktu perdagangan, ISSI masih terus tertekan. ISSI kali ini terkoreksi 0,763 poin (0,48%) ke level 158,640.

Sebanyak 64 emiten syariah memulai awal pekan dari zona merah. Sementara 28 lainnya mulai diserbu aksi beli dan 36 emiten syariah bergerak stagnan.

Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 266,77 miliar dengan 1,72 miliar saham yang berpindahtangan.

Pembukaan dari zona negatif juga dicetak saham-saham bluechips syariah. Dibuka melemah 1,859 poin, Jakarta Islamic Index (JII) membuka awal pekan di level 663,799.

Koreksi harga saham yang menerpa 24 emiten unggulan syariah, membuat JII sama sekali belum bisa bergerak menguat.

Laju JII sampai tujuh menit waktu perdagangan telah tekoreksi 3,580 poin (0,54%) ke level 662,078.

Sentimen negatif dari kondisi terakhir perekonomian Yunani memang telah memaksa sejumlah indeks bursa saham dunia bergerak melemah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai sesi prapembukaan perdagangan dengan melemah 9,466 poin (0,19%) ke level 4.926,351.

Laju IHSG masih belum membawa kabar baik usai kembali melemah 10,602 poin (0,21%) ke level 4.925,215 di sesi pembukaan.

Lantai bursa pagi ini sudah menghimpun dana investor hingga Rp 401,35 miliar dengan 2,76 miliar saham yang berpindahtangan.

Dari kawasan regional, hampir seluruh indeks saham utama Asia berguguran. Indeks Nikkei dan Hang Seng terlihat melemah 0,28 persen dan 0,79 persen.

Sementara itu, nilai tukar rupiah bulum bisa berbuat banyak meski sedikit mengalami penguatan. Sempat jatuh ke 13.335 per dolar AS, kurs rupiah pagi ini berada di level 13.325 per dolar AS, menguat 10 poin (0,07%).

Beri Komentar