Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Pasar modal Indonesia kembali dikurung sentimen negatif dari dalam dan luar negeri. Alhasil indeks saham syariah memulai awal pekan dari zona merah.
Kabar gembira sedikit muncul dari aksi pemodal asing. Pagi ini asing mencoba masuk ke pasar modal meski dengan nett buy relatif kecil.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 15 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,363 poin ke level 159,040.
Hingga 7 menit waktu perdagangan, ISSI masih terus tertekan. ISSI kali ini terkoreksi 0,763 poin (0,48%) ke level 158,640.
Sebanyak 64 emiten syariah memulai awal pekan dari zona merah. Sementara 28 lainnya mulai diserbu aksi beli dan 36 emiten syariah bergerak stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 266,77 miliar dengan 1,72 miliar saham yang berpindahtangan.
Pembukaan dari zona negatif juga dicetak saham-saham bluechips syariah. Dibuka melemah 1,859 poin, Jakarta Islamic Index (JII) membuka awal pekan di level 663,799.
Koreksi harga saham yang menerpa 24 emiten unggulan syariah, membuat JII sama sekali belum bisa bergerak menguat.
Laju JII sampai tujuh menit waktu perdagangan telah tekoreksi 3,580 poin (0,54%) ke level 662,078.
Sentimen negatif dari kondisi terakhir perekonomian Yunani memang telah memaksa sejumlah indeks bursa saham dunia bergerak melemah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai sesi prapembukaan perdagangan dengan melemah 9,466 poin (0,19%) ke level 4.926,351.
Laju IHSG masih belum membawa kabar baik usai kembali melemah 10,602 poin (0,21%) ke level 4.925,215 di sesi pembukaan.
Lantai bursa pagi ini sudah menghimpun dana investor hingga Rp 401,35 miliar dengan 2,76 miliar saham yang berpindahtangan.
Dari kawasan regional, hampir seluruh indeks saham utama Asia berguguran. Indeks Nikkei dan Hang Seng terlihat melemah 0,28 persen dan 0,79 persen.
Sementara itu, nilai tukar rupiah bulum bisa berbuat banyak meski sedikit mengalami penguatan. Sempat jatuh ke 13.335 per dolar AS, kurs rupiah pagi ini berada di level 13.325 per dolar AS, menguat 10 poin (0,07%).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya