Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Direktur Industri Kecil Dan Menengah, Kimia, Sandang, Aneka, Dan Kerajinan Kementerian Perindustrian, Ratna Utarianingrum, Berbagi Tips Agar Pelaku IKM Bisa Berkembang. (Foto: Dream.co.id/Cynthia Amanda Male)
Dream – Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di bidang fashion harus bermental baja. Beragam upaya untuk mengembangkan bisnis harus dijalani agar bisnis yang dirintis bisa semakin bersaing di pasar.
Direktur Industri Kecil dan Menengah, Kimia, Sandang, Aneka, dan Kerajinan Kementerian Perindustrian, Ratna Utarianingrum, berpesan para pengusaha IKM tak boleh malu untuk berkolaborasi, terutama dengan pelaku industri yang sudah “ punya nama”.
“ Dengan ikon seprofesi yang sudah banyak dikenal, (cara ini) bisa menggerakkan para pelaku industri lainnya untuk bisa mencontoh dan memperkenalkan hasil produksinya kepada pasar luas. Nilai jual karyanya pun bisa meningkat,” kata Ratna di Jakarta, ditulis Kamis 28 Juni 2018.
Dia juga menyarankan pelaku IKM untuk rutin mengikut berbagai event peragaan busana. Tujuannya agar mereka bisa mencapai pasar yang lebih besar. Lalu, pelaku IKM ini juga bisa meningkatkan daya saing dengan pelaku lainnya.
" Acara-acara fashion perlu dipublikasikan besar-besaran supaya bisa dirasakan di kota besar maupun kecil. Supaya pelaku industri bisa berkarya secara nasional. Karena setiap kota pasti memiliki potensi pasar masing-masing," imbuhnya.
Sebaga bentuk dukungan, Kemenperin telah menyediakan beragam program agar para pelaku industri tidak hanya bergerak sendirian. Program tersebut diantara bimbingan teknis, bantuan perawatan, restrukturisasi mesin dan peralatan, pemasaran offline, serta kerja sama dengan marketplace.
" Lewat bimbingan teknis, para pelaku dibekali kemampuan desain produk dan packaging. Mereka bisa mendapat diskon ketika memperbarui alat, pameran di dalam dan luar negeri serta berpartisipasi di platform digital,” kata dia.
Selain berbagai upaya dari para pelaku industri dan dukungan pemerintah, Ratna mengatakan dibutuhkan ketekunan dan konsistensi untuk bisa terus berkembang.
" Mereka perlu dididik dari awal agar tidak goyah. Apalagi untuk para pelaku yang masih muda,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya