Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Meningkatnya penggunan internet untuk aktifitas transaksi keuangan di Tanah Air menyuburkan aksi para penjahat siber. Bahkan Indonesia merupakan salah satu surga bagi para pencuri uang di dunia maya ini.
Direktur Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Ida Nuryanti menjelaskan tingat penerimaan masyarakat terhadap alat elektronifikasi berbanding lurus dengan tingkat kejahatan siber.
Dari penelusuran bank sentral, terdapat tiga modus yang paling banyak digunakan penjahat siber.
" Oleh karena itu, keamanan mesti benar-benar dijamin," kata Ida Nuryanti dalam Simposium Nasional Cybersecurity, Rabu kemarin di Jakarta.
Modus pertama yang dilakukan adalah dengan menyebarkan malware ke perangkat elektronika pengguna. Modus ini dilakukan dengan memasukkan virus ke perangkat pintar masyarakat.
Cara kedua adalah fishing yakni memancing pengguna internet dengan membuat situs transaksi yang mirip sekali dengan aslinya. Harapannya, pengguna akan tertipu dan penjahat siber bisa mendapatkan akun dan password mereka (nasabah bank).
Sementara modus ketiga adalah skimming. Cara-cara ini biasanya banyak dilakukan penjahat siber untuk membobol uang melalui kartu ATM maupun kartu kredit.
Meski modus para penjahat siber semakin bergama, Ida memastikan, tingkat kejahatan siber di di sektor perbankan Tanah Air masih rendah. " Yang tinggi justru yang konvensional, seperti pencurian kartu ATM lalu menggunakannya," katanya.
Ida menegaskan, masalah keamanan siber memang menjadi kewajiban semua pemangku kepentingan untuk bergerak cepat. Sebab, para penjahat siber kian giat membuat inovasi untuk membobol sistem keamanan yang sedang dirancang.
“ Bicara keamanan memang bukan hanya pengawasan tapi harus dilakukan secara komprehensif mulai dari perizinan, pengawasan hingga perlindungan konsumen,” pungkasnya. Kurnia Yunita Rahayu
Layanan Elektronika
Imbauan bank sentral ini mendesak dilakukan karena BI mendesak nasabah dan industri keuangan untuk mulai mengoptimalkan peran perangkat elektronik dalam menjalankan transaksi keuangan.
BI sendiri sudah memperkenalkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang berupaya mendorong masyarakat melakukan transaksi ekonomi dengan instrumen non tunai.
Cara ini, ujar Ida diharapkan bisa membantu Indonesia mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam menyediakan layanan keuangan elektronik ada tiga prinsip yang tidak boleh ditinggalkan oleh bank. " Kuncinya itu CIA. Confidentiality, Integrity dan Availability,” pungkas Ida.
Bank sentral sendiri sudah menyusun roadmap elektronifikasi layanan perbankan untuk periode 2014 – 2024. Dimulai dari pengembangan infrastruktur, harmonisasi regulasi dan edukasi kepada masyarakat.
Laporan: Kurnia Y Rahayu
Baca Juga: Labbaik, Pemandu Digital Ibadah Haji dan Umroh Bacaan Wajib Mark Zuckerberg, Buku Ilmuwan Muslim Ibnu Khaldun Pejabat RI Pakai Email `Gratisan`, Keamanan Negara Terancam Google dan Levi's Kembangkan Kain Pintar Ramah Smartphone Jangan Anggap Remeh `Typo` di Email Di Jerman Ada Jalan dan Jembatan Terunik di Dunia Awas! Teks Ini Bisa Bikin iPhone Kamu Mati Wow! Sekali Posting di Instagram Dibayar Rp 197 Juta
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya