Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi
Dream - Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengakui ancaman kejahatan siber di Indonesia terbilang cukup tinggi. Alasannya, sistem informasi yang digunakan selama ini cenderung kurang aman.
" Saya pernah bertemu konsultan dan dia cerita bahwa pejabat kementerian terpenting di Indonesia membagikan emailnya menggunakan akun gmail itu," ujarnya dalam Simposium Nasional Cybersecurity, di Jakarta, Rabu 3 Juni 2015.
Menurut Sofyan, pejabat negara yang menggunakan layanan surat elektronik gratis sebetulnya menggunakan fasilitas yang belum tentu terjamin keamanannya. " Di negara lain pejabat pasti punya email yang terjamin keamanannya."
Sejumlah kementerian di Tanah Air memang sudah ada yang menggunakan jaringan pribadi untuk mengelola informasi di bidangnya. Namun, menurut Sofyan, cara tersebut kurang efektif karena tingkat keamanan dan ketangguhan yang dimiliki berbeda-beda.
" Sejak masih di Kemenkominfo saya sudah mengusulkan agar pemerintah punya satu jaringan yang digunakan seluruh kementerian," kata Sofyan.
Menurutnya, dengan penggunaan satu jaringan, pengelolaan akan lebih mudah dan bisa memberikan keuntungan komersial bagi negara. " Frekuensi yang tadinya digunakan masing-masing kementerian itu bisa disewakan saja," imbuhnya.
Sofyan menegaskan, urusan keamanan siber merupakan hal yang amat penting. Dirinya bahkan berharap anggaran untuk program keamanan siber ini akan masuk dalam APBN 2016. Di waktu bersamaan, Indonesia akan mendirikan lembaga yang khusus menangani keamanan siber.
Di bidang perekonomian, Sofyan menilai transaksi keuangan melalui internet selama ini cukup aman. Meski begitu, layanan e-commerce yang digunakan pemerintah masih jauh dari sempurna.
" E-commerce kita belum jelas baik dari regulasi maupun clearance-nya. Oleh karena itu, kita bekerjasama dengan konsultan internasional untuk membuat roadmapnya," ujar Sofyan.
(Ism, Laporan: Kurnia Y Rahayu)
Baca Juga: Google dan Levi's Kembangkan Kain Pintar Ramah Smartphone Jangan Anggap Remeh `Typo` di Email Di Jerman Ada Jalan dan Jembatan Terunik di Dunia Awas! Teks Ini Bisa Bikin iPhone Kamu Mati Wow! Sekali Posting di Instagram Dibayar Rp 197 Juta Indonesia Siap Kembangkan `Beras Tiruan` Komputer Supersensitif Ini Bisa Marah Jika Pelanggan Kesal Penumpang Pesawat Rela Kelaparan demi Akses Wifi Game `Snake Populer` Nokia Bakal Hidup Lagi Kisah Lucu Kala Google Pertama Kali Lahir ATM Canggih, Bukan Uang yang Keluar tapi Surat Utang CEO Twitter: Indonesia Bisa Kendalikan Dunia Online
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya