Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber: Uangteman.com)
Dream – PT Bank Syariah Mandiri (BSM) menandatangani kerja sama dengan PT Krakatau Steel Tbk (KS). Dalam kerja sama ini, BSM akan mengelola dana murah dari BUMN baja ini.
Dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 18 Agustus 2016, penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Utama BSM, Agus Sudiarto, dan Direktur Utama Krakatau Steel, Sukandar di Jakarta. Kerja sama kali ini berlangsung untuk periode 2016-2021.
Kerja sama ini merupakan kali kedua bagi BSM mendapat kepercayaan mengelola tabungan Kesejahteraan Karyawan (TKK) setelah sebelumnya kerjasama dimulai pada tahun 2011.
“ Kami confident men-support Krakatau Steel dalam mensejahterakan karyawannya,” kata Agus.
Dalam kerja sama ini, BSM menyiapkan produk tabungan untuk karyawan KS, yaitu tabungan Tampan (Tabungan Masa Depan), yaitu tabungan BSM yang menawarkan benefit khusus berupa paket undian umrah, santunan kematian, insentif untuk program peningkatan kesejahteraan karyawan, dan dukungan pembangunan fasilitas umum pemakaman karyawannya.
Saat ini, ada 5.856 orang karyawan KS yang menjadi peserta Tampan. Jumlah itu belum termasuk karyawan dari anak perusahaan KS yang berpotensi menjadi peserta Tampan.
Dari sisi dana, jumlah pengelolaan dana Tampan terus berkembang. Pada awal kerja sama, dana yang terhimpun sebesar Rp38,2 miliar dan sampai saat ini dana telah mencapai Rp74,3 miliar.
“ Kerja sama dengan KS dapat meningkatkan penghimpunan dana pihak ketiga terutama dana murah,” kata dia.
Hingga Juni 2016, BSM melaporkan telah mengelola Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga Rp63,79 triliun atau naik 7,82 persen dibanding posisi Juni 2015 yang sebesar Rp59,16 triliun. Perolehan DPK didorong oleh pertumbuhan giro sebesar Rp7,10 triliun per Juni 2016, dan tabungan yang tumbuh 11,25 persen menjadi Rp25 triliun. Adapun deposito tumbuh 5,68 persen semula Rp30,43 triliun per Juni 2015 menjadi Rp32,16 triliun per Juni 2016.
“ Sebagai bank syariah yang memiliki produk terlengkap dengan ketersediaan infrastruktur IT yang memadai, kami berharap pada periode kerjasama yang baru ini, BSM dapat memberikan layanan yang lebih baik lagi dan kerjasama yang terjalin dapat berkembang ke produk-produk BSM lain, seperti payroll gaji, pembiayaan consumer, cicil dan gadai emas, tabungan mabrur junior, pembiayaan griya dan pembiayaan pension,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya