Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Kini, Seluruh Toko Lotus Tutup.
Dream – Tahun 2017 menjadi tahun terberat bagi industri ritel Indonesia. Usai mencoba bertahan selama dua tahun belakangan, akhirnya beberapa perusahaan ritel gulung tikar.
Tutupnya seluruh gerai 7-eleven membuat publik terenyuh, disusul beberapa gerai Matahari Department Store. Kini, toserba Lotus pun menghentikan operasi seluruh gerainya. Debenham yang lisensinya dibeli dari Inggris juga tak kuasa bertahan.
Banyak orang menduga penutupan besar-besaran ini dikarenakan industri online yang merajai sektor perekonomian Tanah Air. Namun, dugaan itu dibantah oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Roy Nicholas Mandey.
" Belanja online itu cuma sekitar 20 persen, jadi bukan karena online juga ritel jadi runtuh. Memang pertumbuhan online sedang pesat-pesatnya, tapi alasan utama runtuhnya ritel bukan karena online," kata Roy di Jakarta, ditulis Kamis 2 November 2017.
Hal senada juga diungkapkan oleh CEO Sogo Department Store, Handaka Santosa. " Saya tidak bisa bilang daya beli masyarakat menurun, karena pendapatan per kapita masyarakat atau gaji itu juga naik," kata Handaka.
Lantas, apakah yang menyebabkan industri ritel perlahan runtuh? Roy dan Handaka sepakat, masyarakat masa kini sudah pintar mengalokasikan budget untuk keperluan lain di luar belanja, yakni untuk kebutuhan leisure.
" Jadi bukan ke online shifting dari consumer behavior ini, melainkan ke leisure, kuliner, dan traveling. Mereka lebih memilih menyimpan dana ke pihak ke tiga (bank). Itu yang membuat deposit, menurut BI, ada kenaikan 2-3 persen," kata Roy.
Meski tak memberikan dampak yang begitu besar, menurut Handaka, sektor online harus mulai dipikirkan setiap toko ritel.
" Kalau retail dibuat menarik, orang pasti akan tetap datang. Komunikasi lewat medsos juga perlu diperhatikan, harus dibuat menarik. Masyarakat itu asal diberi kenyamanan, diberikan benefit kayak diskon dan kartu member, akan memberi nilai tambah," kata dia.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya