Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pengemudi Mobil Di Jakarta Terpaksa Menghabiskan Waktu 1,5 Jam Setiap Harinya Untuk Menghadapi Kemacetan.
Dream – Banyaknya kendaraan di Jakarta menyebabkan kemacetan parah. Survei yang dilakukan oleh Uber menemukan fakta bahwa setiap pengendara mobil saban hari membuang waktu 90 menit, yaitu 68 menit karena macet dan 21 hingga 30 menit mencari parkir.
Sehingga dalam setahun, menurut survei itu, waktu pengguna mobil pribadi yang terbuang sia-sia karena kemacetan jalan di Jakarta setara dengan 22 hari. Nyaris sebulan.
" Lebih dari empat juta mobil yang ada di Jakarta, membutuhkan 24 ribu lapangan sepak bola untuk memarkir semua mobil di Jakarta," kata Head of Public Policy and Governmet Affairs Uber, John Colombo, di Jakarta, Rabu 1 November 2017.
" Dengan tingkat pertumbuhan jumlah kendaraan tersebut, Jakarta diprediksi akan macet total pada 2022," tambah dia.
Untuk itulah, tambah Colombo, Uber Indonesia ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kemacetan. Caranya, dengan mengikuti program ride sharing yang dicanangkan Uber. Jika menggunakan ride sharing, Colombo optimistis jumlah kendaraan di jalanan ibu kota bisa ditekan 50-90 persen.
Menurut dia, dengan tersedianya transportasi publik, seperti MRT dan LRT, masyarakat akan berpikir beralih ke angkutan umum tersebut. " Banyak banget yang dari rumahnya pakai Uber, terus nyambung transportasi publik, habis itu naik Uber lagi. Mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan jadinya," kata dia.
Colombo mengatakan, fenomena penggunaan kendaraan pribadi untuk ke tempat transportasi publik marak setahun belakangan ini. Untuk itulah, Uber berusaha keras dalam setahun ke depan mengadakan kerja sama dengan berbagai transportasi publik.
" Kami baru saja tanda tangan MoU dengan railway di Medan. Setelah itu, akan terus dilanjutkan di satu tahun ke depan," kata Colombo.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya