Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kakek Ali Menjual Buku Di Bandara Kuala Lumpur Dengan Harga Seikhlas Pembeli (ohbulan.com)
Dream - Ini adalah kisah Ali, kakek sederhana asal Malaysia penjual buku-buku agama. Dia tak mematok harga, para pembeli cukup membeli dengan seikhlasnya.
Ali tidak mengharapkan untung besar. Dia hanya ingin orang-orang bisa belajar agama melalui buku-buku dagangannya. Itulah cara dia berdakwah kepada sesama umat Islam di negaranya.
Ali ini biasa mangkal mulai jam 6 sore di lantai dua di jalan antara yang menghubungkan area transit dengan terminal Bandara Internasional Kuala Lumpur.
Berdiri seorang diri, dia tak jemu-jemu memberi salam setiap penumpang yang keluar masuk pintu transit sembari menawarkan dagangannya.
Meski lelah, tapi wajahnya tenang, mukanya bersih, dan meski sederhana namun pakaiannya terlihat terurus. Dia tak nampak seperti pengemis.
© Dream
Seorang pengguna Facebook, Arif Sukri, sangat tersentuh dengan kesederhanaan dan pandangan hidup yang mulia dari Kakek Ali ini.
Arif sengaja mendekati Ali dan mengajaknya berbincang-bincang.
" Assalamu 'alaikum. Paman jual apa?" sapa Arif.
" Wa'alaikum salam. Saya jual buku ini. Mari lihat, semuanya buku-buku agama," jawab Ali.
Tepat sekali tebakan Arif. Kakek sederhana itu bukan peminta sedekah seperti orang lain yang ada di sepanjang kaki lima di bandara.
Tapi aneh juga, Ali jualan buku di tempat seperti ini. Arif kemudian menanyakan harga buku yang ditawarkan.
Dengan lembut, Ali menjawab, " Seikhlas hati anak saja. Terserah mau bayar berapa."
Ya Allah, Arif terdiam sebentar. Dia merasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Buku-buku agama itu dijual dengan harga seikhlasnya? Arif baru kali ini mendengar yang seperti ini.
Sembari memilih buku, Arif mencoba bertanya Pak Ali jualan di bandara dengan bayaran seikhlasnya.
" Saya berjualan di sini sudah lama. Waktu pagi saya cari buku, setelah sore saya akan jual. Kalau anak lihat, semua ini buku-buku agama. Dan siapa pun yang mau beli buku saya, bayar semampunya. Anak-anak sekolah juga banyak yang lewat sini," kata Ali.
" Tidak semua orang punya uang banyak. Jadi saya ikut kemampuan mereka saja, dan mudah-mudahan mereka paham tentang agama," ucap Ali menambahkan.
© Dream
Arif tak menyangka kakek sederhana ini begitu tinggi cita-citanya. Arif kemudian bertanya tentang keuntungan yang didapat Ali dari berjualan buku.
" Untungnya terserah yang memberi rezeki saja. Saya yakin Allah tak sia-siakan orang yang ingin menolong orang karena agama Allah," kata Ali.
" Tujuan saya ingin menolong orang lain. Saya ingin mereka rajin membaca dan menolong karena Islam. Orang bilang apa, saya tidak peduli. Ada yang memandang sinis, menyebut saya orang gila," kata dia.
" Tapi tidak apa-apa. Saya percaya janji Allah. Allah tahu usaha saya ini untuk dakwah agama dengan cara saya," kata Ali.
Mendengar cerita yang menyentuh hati, Arif tak sadar hampir berlinang air mata.
" Rupanya masih ada orang semacam beliau yang punya niat mulia mendidik orang untuk gemar membaca buku-buku agama Islam," kata Arif.
Sumber: ohbulan.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya