Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anies Baswedan
Dream - Kasus kekerasan yang masih terjadi di lembaga pendidikan menyisakan kepiluan mendalam. Seorang Taruna tingkat 1 Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, AAP, meninggal akibat hantaman pukulan dari seniornya.
Mantan Menteri Pendidikan yang kini mencalonkan diri sebagai calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan pengawasan dan aturan untuk menciptakan lembaga pendidikan nol kekerasan harus lebih tegas diterapkan. Salah satunya dengan mengintensifkan sosialiasi sistem pendidikan yang tidak mentolerir kekerasan.
Simak berita Anies Baswedan selengkapnya di Liputan6.com
" Ketika sudah terjadi kekerasan, jangan pernah tidak dihukum. Harus ada pembinaan, harus ada sanksi. Kalau sampai meninggal, pidana itu jadinya," kata Anies pada saat sosialisasi program kampanye di GOR Sunter, Jakarta Utara, Rabu, 11 Januari 2017.
Agar kasus semacam itu tak terulang, Anies mengusulkan dibuat gugus pencegahan kekerasan di tiap sekolah. Gugus tersebut diharapkan mendeteksi potensi kekerasan yang bisa terjadi di sekolah.
" Sebab, kekerasan kecil-kecil jika didiamkan akan menjadi ekstrim. Lalu, akhirnya muncul peristiwa besar," kata dia.
Dalam gugus pencegahan kekerasan itu, kata Anies, akan dipasang papan pelaporan dan nomor telepon untuk melaporkan kejadian kekerasan yang dialami siswa. Sebab, hingga kini, kekerasan yang bersifat kecil-kecil tak dapat ditindak karena tidak muncul posko pelaporan
" Hari ini kalau mau lapor kekerasan ke mana coba?" ujar dia.
Dengan melapor ke gugus sekolah, siswa yang mengalami kekerasan dapat langsung melapor. Sehingga, peristiwa yang dialami dapat langsung ditindak.
" Karena kalau tidak, biasanya lingkaran yang menjaga," ucap dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya