Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, (Foto: Kemenkeu.go.id)
Dream – Sebagai bendaharanya dan pengelola uang negara, jabatan menteri keuangan, pastinya sangat bergengsi dalam sebuah kabinet. Namun tidak bagi Sri Mulyani Indrawati. Dia menegaskan dirinya adalah menteri pelayanan.
Dilansir dari laman kemenkeu.go.id, Rabu 11 Januari 2017, Sri Mulyan berpesan agar seluruh jajaran kementerian ini bisa melayani rakyat dan negara atas dasar kecintaan kepada Indonesia.
“ Saya adalah menteri pelayanan. Saya menjadi ketua dari Anda semua untuk bisa melayani negara ini, republik ini,ntuk melayani rakyat kita. Kita melakukan ini bukan karena terpaksa, tapi because you love this country so much,” ungkap Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Keuangan.
Mantan pejabat Bank Dunia ini mengatakan Kementerian Keuangan harus bisa membuat kebijakan yang growth friendly. Hal tersebut dapat dicapai dengan menggeser sumber pertumbuhan ekonomi dari konsumsi menjadi investasi.
Kemampuan Kementerian Keuangan dalam menyusun APBN yang akuntabel dan kredibel juga memiliki peranan penting. “ Kemampuan kita dalam mendesain belanja itu menjadi sangat penting,” kata dia.
Untuk mendukung hal tersebut, Sri Mulyani mengatakan, Kementerian Keuangan melakukan reformasi dalam bidang perpajakan yang lebih komprehensif. Reformasi tersebut dilakukan melalui reformasi di bidang kebijakan dan reformasi di bidang administrasi.
Pada akhir arahan, Sri Mulyani berpesan kepada seluruh pejabat Kementerian Keuangan yang hadir agar memahami peran dari setiap pegawai Kementerian Keuangan yang sangat strategis.
“ Jangan pernah merasa Anda tidak penting, tetapi jangan pernah merasa Anda sok penting. Ini suatu kombinasi yang sangat sulit. Yang Anda lakukan ini adalah so important, tapi jangan pernah Anda merasa sok penting. Karena di situ letaknya humility dan pelayanan. Mungkin ini kurang keren, tetapi Anda adalah kepala pelayan, tetapi saya senang jabatan itu," kata dia. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya