Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dua Indeks Syariah Ditutup Melemah.
Dream - Indeks syariah kembali bergerak lesu pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu 11 Januari 2017. Saham-saham sektor industri dasar dan infrastruktur yang dilanda koreksi membuat indeks syariah kesulitan menembus zona hijau.
Menguatnya saham-saham di sektor komoditas juga tak cukup kuat mengangkat bursa saham Indonesia kembali menghijau.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan hari ini di level 172,567 atau melemah 0,471 poin (0,27%). Indeks saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), turut melemah 4,737 poin (0,38%) di level 696,372.
Laju dua indeks acuan saham syariah ini sebetulnya tak terlalu mengecewakan. ISSI dan JII sama-sama membuka perdagangan di zona hijau setelah sehari sebelumnya dilanda aksi ambil untung.
Hingga sesi paska penutupan perdagangan, sebanyak 56,9 miliar lembar saham telah diperdagangkan pelaku pasar. Nilainya mencapai Rp3,13 triliun.
Pemodal asing tampaknya masih ragu-ragu menggelontorkan dananya di lantai bursa. Dengan kondisi bursa regional yang bergerak tak jelas, asing masih membukukan nett sell pada indeks ISSI sebesar Rp168 miliar, lebih rendah dari perdagangan sehari sebelumnya.
Secara keseluruhan, hanya ada tiga indeks sektoral yang menguat. Penguatan terbesar adalah sektor pertambangan yang naik 1,76 persen, sektor pertanian 0,20 persen, dan sektor perdagangan 0,20 persen.
Mayoritas indeks sektoral bergerak ke zona merah. Indeks sektoral yang terkoreksi paling besar adalah industri dasar yang turun 1,74 persen, diikuti sektor infrastruktur 0,52 persen, dan sektor manufaktur yang turun 0,48 persen.
Emiten-emiten bluechips syariah pencetak top gainer hari ini adalah SILO yang harga sahamnya naik Rp175, INCO Rp140, AALI Rp125, ADRO Rp60, dan PGAS Rp60.
Sebaliknya, emiten-emiten syariah top loser hari ini adalah LPPF harganya turun Rp350, SMGR Rp275, ICBP Rp200, ASII Rp175, dan INTP Rp175.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup di level Rp13.311 per dolar AS. Nilai ini melemah 31 poin atau 0,23 persen.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya