Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Transaksi perdagangan yang meningkat menambah laju bursa saham syariah di zona positif. Dorongan aksi beli pemodal lokal mendorong seluruh indeks sektoral bergerak menguat.
Menguatnya Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) terjadi di saat pemodal asing justru mengurangi transaksi beli sahamnya. Kondisi bursa regional juga tengah dilanda tekanan usai ditutup melemah.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 2 Februari 2017, indeks ISSI melompat 1,095 poin (0,63%) ke level 174,419.
Laju kenaikan lebih tinggi dicetak indeks bluechips syariah, JII, yang menanjak 4,818 poin (0,69%) ke leve 701,102.
Penguatan indeks saham syariah ini terlihat jelas jelang sesi penutupan seiring ramainya aksi beli investor. Indeks ISSI dan JII mencetak level tertingginya di sesi penutupan tersebut.
Meski menguat, laju indeks saham syariah ini tak berjalan mulus. Tekanan jual sempat membuat ISSI turun ke zona merah di level terendah 173,235. Begitu pula dengan indeks JII yang tergelincir ke leve 695,627.
Transaksi perdagangan saham syariah hari ini mengalami kenaikan dengan mencetak nilai Rp 4,12 triliun. Investor asing mencetak nett sell sebesar Rp34,99 miliar saham, dimana Rp41 miliar diantaranya adalah saham-saham bluechips syariah.
Dari 114,9 miliar yang berpindahtangan, sebanyak 120 emiten ISSI berhasil ditutup menguat. Sisanya, 90 emiten syariah melemah dan 61 lainnya bertahan stagnan.
Lebih dari separuh penghuni indeks JII, atau 19 emiten juga berhasil ditutup menguat.
Indeks sektor pertambangan mengalami kenaikan tertinggi usai naik 1,81 persen. Diikuti perdagangan yang menanjak 1,11 persen dan properti 0,66 persen.
Top gainer indeks bluechips syariah dihuni emiten UNTR yang naik Rp 300, INCO Rp 280, SMGR Rp 275, UNVR Rp 275, dan AKRA Rp 250 per saham.
Sementara perusahaan tambang pelat merah, PTBA, menjadi penghuni top losser indeks JII usai melemah Rp 100 per saham. Diikuti MIKA yang melemah Rp 30, ADRO, KLBF, dan PGAS masing-masing Rp 10 per saham.
Di pasar keuangan, kurs rupiah sore ini bergerak menguat meski dibuka melemah pada pembukaan perdagangan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 28 poin (0,21%) menjadi 13.340 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya