Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Bursa Asia Rontok, Indeks Syariah Justru Menanjak Lagi

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 2 Februari 2017 16:44
Bursa Asia Rontok, Indeks Syariah Justru Menanjak Lagi
Transaksi perdagangan harian saham syariah juga mengalami kenaikan.

Transaksi perdagangan yang meningkat menambah laju bursa saham syariah di zona positif. Dorongan aksi beli pemodal lokal mendorong seluruh indeks sektoral bergerak menguat.

Menguatnya Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) terjadi di saat pemodal asing justru mengurangi transaksi beli sahamnya. Kondisi bursa regional juga tengah dilanda tekanan usai ditutup melemah. 

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 2 Februari 2017, indeks ISSI melompat 1,095 poin (0,63%) ke level 174,419.

Laju kenaikan lebih tinggi dicetak indeks bluechips syariah, JII, yang menanjak 4,818 poin (0,69%) ke leve 701,102.

Penguatan indeks saham syariah ini terlihat jelas jelang sesi penutupan seiring ramainya aksi beli investor. Indeks ISSI dan JII mencetak level tertingginya di sesi penutupan tersebut.

Meski menguat, laju indeks saham syariah ini tak berjalan mulus. Tekanan jual sempat membuat ISSI turun ke zona merah di level terendah 173,235. Begitu pula dengan indeks JII yang tergelincir ke leve 695,627.

Transaksi perdagangan saham syariah hari ini mengalami kenaikan dengan mencetak nilai Rp 4,12 triliun. Investor asing mencetak nett sell sebesar Rp34,99 miliar saham, dimana Rp41 miliar diantaranya adalah saham-saham bluechips syariah.

Dari 114,9 miliar yang berpindahtangan, sebanyak 120 emiten ISSI berhasil ditutup menguat. Sisanya, 90 emiten syariah melemah dan 61 lainnya bertahan stagnan.

Lebih dari separuh penghuni indeks JII, atau 19 emiten juga berhasil ditutup menguat.

Indeks sektor pertambangan mengalami kenaikan tertinggi usai naik 1,81 persen. Diikuti perdagangan yang menanjak 1,11 persen dan properti 0,66 persen.

Top gainer indeks bluechips syariah dihuni emiten UNTR yang naik Rp 300, INCO Rp 280, SMGR Rp 275, UNVR Rp 275, dan AKRA Rp 250 per saham.

Sementara perusahaan tambang pelat merah, PTBA, menjadi penghuni top losser indeks JII usai melemah Rp 100 per saham. Diikuti MIKA yang melemah Rp 30, ADRO, KLBF, dan PGAS masing-masing Rp 10 per saham.

Di pasar keuangan, kurs rupiah sore ini bergerak menguat meski dibuka melemah pada pembukaan perdagangan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 28 poin (0,21%) menjadi 13.340 per dolar AS.(Sah)

 

Beri Komentar