7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Edukasi Warga Binaan Lapas Kelas II A Pondok Bambu (Sumber: Tokopedia)
Dream - Kemajuan teknologi lewat media jual beli online membuka sekat bisnis yang selama ini dilakukan secara fisik. Bahkan dari balik jeruji, kini para warga binaan lapas bisa berbisnis.
Inilah yang dilakukan situs e-Commerce Tokopedia dengan Yayasan Tangan Pengharapan saat mendatangi Lemaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pondok Bambu khusus perempuan.
Mereka mendatangi warga binaan Lapas itu untuk melakukan sosialisasi pemanfaatan internet dalam berbisnis online.
“ Kami percaya siapa saja, tidak terkecuali warga binaan lapas, bisa merealisasikan mimpinya untuk membangun usaha, dimulai dari Tokopedia,” kata Communications Lead Tokopedia Siti Fauziah dikutip dari keterangan tertulisnya yang diterima Dream, Kamis, 2 Februari 2017.
Wanita yang biasa disapa Puji ini mengaku banyak perempuan penghuni Lapas yang memiliki keahlian. " Mereka sangat siap dengan produk bernilai jual. Tinggal bagaimana memasarkannya," katanya.
Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Pondok Bambu Ika Yusanti berharap apresiasi yang dilakukan Tokopedia diharapkan bisa membuka peluang pekerjaan bagi para warga binaanya yang sudah menyelesaikan masa hukuman.
“ Umumnya, mantan warga binaan sulit mendapatkan pekerjaan. Namun melalui Tokopedia, mereka tidak perlu membuat CV maupun surat lamaran, serta surat kelakuan baik untuk memulai dan membangun bisnis. Hal ini tentu akan sangat membantu mereka mendapatkan penghidupan,” jelas Ika.
Salah satu warga binaan yang mengikuti sosialisasi mengaku, selama menghuni Lapas dirinya sudah diberikan pelatihan keterampilan dan memiliki produk-produk buatan tangan kami sendiri, mulai dari handicraft, fesyen dan aksesoris, hingga makanan kering.
Penghuni Lapas yang memang tak disebutkan namanya ini mengakui sangat membutuhkan informasi mengenai media pemasaran yang lebih efektif.
Sementara Educational Project Manager Yayasan Tangan Pengharapan, Jean O. Christensen berharap kegiatan ini memiliki keberlanjutan hingga benar-benar memberikan dampak bagi pesertanya.
" Saat nantinya mereka bebas, mereka bisa menjadi wirausaha, bekerja dari rumah," tutup Jean.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?