Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah masih melanjutkan pelemahan di awal pembukaan perdagangan. Namun saham komoditas berhasil mendorong indeks syariah ke zona hijau.
Kondisi regional yang bergerak melemah membuat pemodal sempat cemas. Namun kenaikan harga minyak mentah dan menguatnya Wall Street membuat investor yakin kembali melantai di bursa.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 8 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun tipis 0,033 poin (0,02%) ke level 153,805.
Kurangnya tenaga di awal sesi juga dialami indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 0,579 poin (0,09%) ke level 649,979.
Memasuki sesi pembukaan, tanda-tanda aksi beli investor mulai terlihat. Dimotor emiten komoditas, ISSI berhasil masuk zona hijau. Namun JII masih tertekan di zona merah.
Di sesi pembukaan, ISSI naik tipis 0,021 poin (0,01%) ke level 153,859. Sebaliknya, JII masih terkoreksi 0,395 poin (0,06%) ke level 650,163.
Transaksi senilai Rp 13,42 miliar mengawali perdagangan saham syariah dengan 76,41 miliar saham beralihtangan.
Saham komoditas menjadi motor penggerak indeks saham dengan laju emiten pertambangan dan perkebunan naik 0,48 persen dan 0,22 persen. Sementara saham indusri aneka tertekan 0,59 persen, begitu pula infrastruktur yang turun 0,20 persen.
Tekanan di awal sesi juga sempat dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 0,524 poin (0,01%) ke level 4.831,051.
Di sesi pembukaan, IHSG berhasil keluar dari tekanan dengan menguat 0,566 poin (0,01%) ke level 4.832,141.
Bursa saham pagi ini menggelar transaksi bernilai Rp 28,27 miliar dengan 100,5 juta saham berpindah pemilik. Pemodal asing memulai sesi pagi dengan nett sell Rp 736 juta.
Dari kawasan regional, indeks utama Asia didominasi pelemahan saat pembukaan perdagangan BEI. Koreksi dalam dialami indes Shanghai Composite (SSEC) yang turun 2,56 persen. Nikkei juga turun hingga 1,80 persen.
Sementara di pasar keuangan, rupiah pagi ini sedikit mengalami tekanan. Turun 20 poin (0,15%) nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di level Rp 13.080
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya