Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi
Dream - Kartu kredit over limit, pinjaman bank dalam jumlah besar dan kesulitan melunasi pinjaman adalah beberapa masalah utang yang dihadapi oleh warga Qatar. Padahal kota ini memiliki reputasi sebagai tempat hidup penduduk kaya.
Ternyata gaji besar dan tunjangan kesehatan gratis dari pemerintah yang bersumber dari penjualan cadangan gas alam melimpah di negara dengan penduduk asli hanya 300 ribu itu, tidak identik dengan banyaknya uang di rekening bank.
Sebaliknya, sebagian besar warga Qatar berada di bawah tekanan sosial yang kuat sehingga hidup jauh di luar kemampuan. Warga Qatar sangat boros terhadap segala sesuatu, mulai dari hobi beli Ponsel pintar terbaru hingga memakai busana mahal karya desainer terkenal.
Sekarang masalah mereka semakin dalam di tengah merosotnya harga energi global.
Banyak yang meminjam uang dalam jumlah besar dari bank untuk membiayai gaya hidup yang sebenarnya tak terjangkau oleh mereka, menurut sebuah studi oleh Universitas Qatar.
" Anggapan Qatar adalah negara kecil, kaya dan bahagia hanyalah mitos," kata Laurent Lambert, dari Social and Economic Survey Research Institute. " Banyak yang tidak memiliki penghasilan yang sesuai dengan gaya hidupnya. Sebagian kecil jatuh miskin secara signifikan menurut standar lokal sehingga berjuang untuk memenuhi kebutuhannya."
Namun tingkat utang warga Qatar belum terlalu mengancam sistem keuangan Qatar secara keseluruhan.
Dari 75 persen keluarga Qatar yang punya utang - sebagian besar dengan utang sebesar US$ 68,700 (sekitar Rp 892 juta) menurut laporan Strategi Pembangunan Nasional Qatar tahun 2014 - hanya segelintir yang gagal membayar pinjaman mereka dan masuk penjara.
Tetapi pemangkasan pegawai negeri dan kenaikan harga bahan bakar baru-baru ini - yang merupakan percepatan reformasi akibat menurunnya harga energi - semakin menambah masalah sosial karena warga Qatar mulai menekan kerabat mereka dan pemerintah untuk memberi bantuan.
(Sumber: Businessinsider)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya