Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pengeluaran Boros Membuat Dompet Kosong Bak Kopiah. (Foto: Shutterstock)
Dream – Setiap orang tentu punya kebutuhan. Seriring usai yang bertambah, kebutuhan yang harus dipenuhi jadi semakin banyak. Tetapi, di usia berapa kebutuhan kita terasa sangat banyak?
Seperti dilansir Liputan6.com mengutip Business Insider, Senin 16 April 2018, sebuah survei yang dilakukan oleh perusahaan kredit ClearScore mengungkapkan ada usia tertentu seseorang mengeluarkan orang dengan jumlah terbanyak sepanjang hidupnya. Usia itu adalah 31 tahun.
Menurut survei ini, di usia tersebut rata-rata orang sedang menapaki jenjang yang lebih tinggi dalam hidup. Misalnya, banyak dari mereka yang memilih menikah, baru punya anak, atau harus menabung untuk membeli rumah.
Rata-rata, menurut laporan itu, saat menginjak usia 31 tahun, seseorang harus menabung sebanyak US$60 ribu atau Rp857 juta untuk memenuhi semua kebutuhannya. Uang ini akan digunakan sebagai biaya menikah, punya anak, atau membeli rumah.
Pengeluaran terbesar menurut ClearScore, adalah biaya pernikahan dengan porsi 27 persen dari total pengeluaran. Sisusul oleh pembelian rumah 25 persen, dan biaya anak 20 persen.
“ Sekitar 60 persen responden yang kami survei mengatakan mereka memanfaatkan uang tabungan untuk membayar kebutuhan tersebut. Ada 33 persen mengandalkan bantuan finansial dari orangtua untuk menolong mereka,” tulis perusahaan kredit ini.
Sementara itu, ketakutan terbesar orang-orang berusia 30 tahun adalah tak punya cukup uang untuk pensiun. Mereka juga khawatir mengenai stabilitas ekonomi untuk kehidupan anak nantinya.
(Beq, Sumber: Liputan6.com/Vina A. Muliana)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya