Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Tak Hanya Angka, Ada Juga Sesuatu Yang Harus Diperhatikan Ketika Negosiasi Gaji. (Foto: Shutterstock)
Dream – Negosiasi gaji tidak pernah menjadi topik yang mudah untuk dibahas. Tapi, ini penting buat kamu yang sedang mencari promosi kerja, apalagi waktu mau pindah kerja.
Saat melamar kantor baru, baik mereka yang sudah maupun baru bekerja, tahap negosiasi gaji memang bisa bikin bimbang. Kalau terlalu tinggi, takut lamaran ditolak. Tapi terlalu rendah, khawatir gaji nggak cukup menutup kebutuhan bulanan.
CEO Yum China—restoran terbesar di Tiongkok, James Wat, berbagi tips bagaimana kamu bisa lolos dari kebimbangan itu. Dan menariknya, tips ini bisa kamu terapkan lho.
Dilansir dari CNBC, Selasa 10 April 2018, Wat mengatakan profesional muda seharusnya melihat perusahaan secara keseluruhan. Dia tidak mengutamakan gaji ketika sedang bernegosiasi gaji.
“Ketika memilih pekerjaan, saya mengatakan gaji bukanlah pertimbangan yang penting. Saya melihat industri apakah saya menyukainya dan apakah di posisi ini saya bisa mendapatkan pelatihan, paparan, bimbingan. Apakah perusahaan ini merupakan perusahaan yang baik, player yang baik, dan kemudian, tentu saja gaji,” kata dia.
Wat mengatakan karyawan atau pencari kerja baru sebaiknya meriset pasar tentang kisaran gaji untuk suatu posisi, lalu menunjukkan kepada perusahaan yang dituju. Tak ada salahnya untuk merundingkan gaji dengan perusahaan karena kemampuan setiap perusahaan berbeda-beda, asalkan gaji yang ditawarkan masih berada di kisaran harga pasar.
“Bersikap tulus. Jujurlah, terbukalah,” kata dia.
Ada satu yang menjadi isu di dunia karier, yaitu ketimpangan pembayaran gaji berdasarkan gender. Ketimpangan gaji, misalnya, di Inggris, sebesar 18,4 persen. Misalnya HSBC membayar pria dengan gaji 59 persen lebih tinggi daripada wanita. Menanggapi hal ini, Wat menyarankan agar profesional, terutama profesional muda tidak terlalu mengedepankan masalah gender.
“Hanya fokus kepada apa yang menurutmu benar, apa yang bagus, dan yang kamu percaya hal itu adalah hal baik yang kamu lakukan. Tetap lakukan itu,” kata dia.
(Sah)
Advertisement

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Apa Penyebabnya? Bukan Sekadar Soal Pasokan Energi

Benarkah Otot Bisa Berubah Menjadi Lemak Jika Berhenti Olahraga? Ini Penjelasan Ahli

Pawang Hujan Bisa Mendatangkan atau Mengusir Hujan? Ini Jawaban Sains




Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?