7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi
Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali merevisi Daftar Efek Syariah (DES) untuk tahun 2016. Dalam Surat Keputusan No. KEP-56/D.04/2016 tentang Daftar Efek Syariah (DES) terbaru, OJK menetapkan 345 efek emiten layak menyandang status halal.
DES terbaru ini akan mulai berlaku efektif per 1 Desember 2016.
" Ini merupakan angka yang tertinggi," kata Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sardjito, dalam konferensi pers " Daftar Efek Syariah Periode II 2016" di Jakarta, Senin 28 November 2016.
Sardjito mengungkapkan, jumlah efek syariah untuk periode II 2016 bertambah dari periode I 2016 yang mencapai 321 saham. Artinya, ada tambahan 24 efek baru dalam daftar tersebut.
Dari 345 emiten ini, sebanyak tiga efek berupa saham emiten dan perusahaan publik dari entitas syariah dan 342 saham emiten dan perusahaan publik yang dilakukan berdasarkan prinsip syariah. Tiga entitas yang menyatakan sebagai efek syariah itu adalah PT Bank Panin Syariah Tbk, PT Bank Muamalat Tbk, dan PT Sofyan Hotel Tbk.
" Yang 342 sisanya tidak menyatakan syariah, tapi sesuai dengan screening saham syariah," kata dia.
Direktur Pengawas Pasar Modal Syariah, Fadilah Kartikasasi, menambahkan capaian tersebut tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Dikatakan bahwa angka DES sempat menyentuh angka 336 pada periode II.
" Iya tertinggi," kata Fadilah.(Sah)
© Dream
Menurut Sardjito, Otoritas sebagian besar entitas yang mengisi DES kali ini merupakan emiten sektor perdagangan, jasa dan investasi. Sektor ini menguasai 25,22 persen atau 87 saham dari total DES 2016.
Menyusul di tempat kedua adalah sektor properti, real estate, dan konstruksi bangunan sebesar 16,81 persen atau 58 saham.
" Lalu, industri dasar dan kimia 15,07 persen," kata dia.
Berikut ini adalah komposisi saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yang masuk ke dalam daftar DES periode II 2016.
*Sektor pertanian: 14 saham (4,06 persen)
*Sektor pertambangan: 24 saham (6,96 persen)
*Sektor industri dasar dan kimia: 52 saham (15,07 persen)
*Sektor aneka industri: 30 saham (8,7 persen)
*Sektor industri barang konsumsi: 31 saham (8,99 persen)
*Sektor properti, real estate, dan konstruksi bangunan: 58 saham (16,81 persen)
*Sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi: 35 saham (10,14 persen)
*Sektor keuangan: 1 saham (0,29 persen)
*Sektor perdagangan, jasa, dan investasi: 87 saham (25,22 persen)
Sekadar informasi, dalam DES periode II 2016, 345 efek yang terdaftar dalam DES ini terdiri atas 342 saham listing company, 4 perusahaan publik, dan 9 emiten tidak listing. Daftar ini tertuang dalam Surat Keputusan No. Kep-56/D.04/2016 tentang Daftar Efek Syariah dan mulai berlaku pada 1 Desember 2016.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?