Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

5 Bandara Harus Diperbarui, Angkas Pura I Rilis Sukuk Rp500 M

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 28 November 2016 12:15
5 Bandara Harus Diperbarui, Angkas Pura I Rilis Sukuk Rp500 M
Dana Sukuk itu dikombinasikan dengan penerbitan obligasi I dengan nilai Rp 2,5 triliun.

Dream - PT Angkasa Pura I (Persero) menerbitkan sukuk ijarah I senilai Rp500 miliar dan obligasi I senilau Rp2,5 triliun. Penerbitan dua instruman keuangan ini dibuat untuk membiayai proyek pembangunan bandara yang dikelola perusahaan pelat merah tersebut.

" Pendanaan eksternal ini diperlukan oleh Angkasa Pura I untuk pembangunan dan pengembangan lima bandara," kata Direktur Utama Angkasa Pura I, Danang S Baskoro, di Jakarta, Senin, 28 November 2016.

Danang mengatakan kelima bandara itu adalah Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Baru Yogyakarta, Terminal 3 Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Proyek pembangunan dan pengembangan tersebut akan menelan biaya sebesar Rp2,1 triliun untuk Bandara Ahmad Yani Semarang, Rp2,3 triliun untuk Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Rp9,3 triliun untuk Bandara Baru Yogyakarta, Rp9,1 triliun untuk Terminal 3 Bandara Juanda Surabaya, dan Rp3,6 triliun untuk Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Ditargetkan, pengembangan Bandara tersebut akan selesai dalam kurun waktu 2018 hingga 2020.

Mantan Direktur Utama PT ASDP Ferry Indonesia (Persero) itu mengatakan pembangunan dan pengembangan Bandara sudah mendesak dilakukan. Ini karena bandara-bandara tersebut sudah mengalami kekurangan kapasitas (lack of capacity).

Pembangunan dan pengembangan bandara ini akan meningkatkan kualitas layanan (level of service) dan kepuasan pengguna jasa bandara (customer satisfaction index/CSI).

" (Pembangunan dan pengembangan bandara ini juga bertujuan) untuk mengimbangi laju pertumbuhan penumpang pesawat udara yang akan mendorong peningkatan kinerja operasional dan finansial perusahaan," kata dia.

Sekadar informasi, sukuk ijarah dan obligasi ini diterbitkan dalam tiga seri, yaitu seri A dengan tenor 5 tahun, seri B dengan tenor 7 tahun, seri C dengan tenor 10 tahun. Seri A memiliki yield 8,10 persen per tahun, seri B 8,40 persen per tahun, dan seri C 8,55 persen per tahun.

Kedua surat utang ini telah diperingkat oleh PT Pefindo dengan rating triple A dan outlook stable.

Dalam aksi korporasi ini, Angkasa Pura I menunjuk PT Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, dan BCA Sekuritas sebagai penjamin emisi (underwriter). Bank Mega pun ditunjuk sebagai wali amanat.

" Ke depannya, Angkasa Pura I akan mengoptimalkan sumber dana eksternal dari penerbitan obligasi dan sukuk serta pinjaman dari lembaga keuangan bank dan non bank untuk membiayai capital expenditure," kata Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Angkasa Pura I, Novrihadri.(Sah)

Beri Komentar