Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - PT Angkasa Pura I (Persero) menerbitkan sukuk ijarah I senilai Rp500 miliar dan obligasi I senilau Rp2,5 triliun. Penerbitan dua instruman keuangan ini dibuat untuk membiayai proyek pembangunan bandara yang dikelola perusahaan pelat merah tersebut.
" Pendanaan eksternal ini diperlukan oleh Angkasa Pura I untuk pembangunan dan pengembangan lima bandara," kata Direktur Utama Angkasa Pura I, Danang S Baskoro, di Jakarta, Senin, 28 November 2016.
Danang mengatakan kelima bandara itu adalah Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Baru Yogyakarta, Terminal 3 Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Proyek pembangunan dan pengembangan tersebut akan menelan biaya sebesar Rp2,1 triliun untuk Bandara Ahmad Yani Semarang, Rp2,3 triliun untuk Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Rp9,3 triliun untuk Bandara Baru Yogyakarta, Rp9,1 triliun untuk Terminal 3 Bandara Juanda Surabaya, dan Rp3,6 triliun untuk Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Ditargetkan, pengembangan Bandara tersebut akan selesai dalam kurun waktu 2018 hingga 2020.
Mantan Direktur Utama PT ASDP Ferry Indonesia (Persero) itu mengatakan pembangunan dan pengembangan Bandara sudah mendesak dilakukan. Ini karena bandara-bandara tersebut sudah mengalami kekurangan kapasitas (lack of capacity).
Pembangunan dan pengembangan bandara ini akan meningkatkan kualitas layanan (level of service) dan kepuasan pengguna jasa bandara (customer satisfaction index/CSI).
" (Pembangunan dan pengembangan bandara ini juga bertujuan) untuk mengimbangi laju pertumbuhan penumpang pesawat udara yang akan mendorong peningkatan kinerja operasional dan finansial perusahaan," kata dia.
Sekadar informasi, sukuk ijarah dan obligasi ini diterbitkan dalam tiga seri, yaitu seri A dengan tenor 5 tahun, seri B dengan tenor 7 tahun, seri C dengan tenor 10 tahun. Seri A memiliki yield 8,10 persen per tahun, seri B 8,40 persen per tahun, dan seri C 8,55 persen per tahun.
Kedua surat utang ini telah diperingkat oleh PT Pefindo dengan rating triple A dan outlook stable.
Dalam aksi korporasi ini, Angkasa Pura I menunjuk PT Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, dan BCA Sekuritas sebagai penjamin emisi (underwriter). Bank Mega pun ditunjuk sebagai wali amanat.
" Ke depannya, Angkasa Pura I akan mengoptimalkan sumber dana eksternal dari penerbitan obligasi dan sukuk serta pinjaman dari lembaga keuangan bank dan non bank untuk membiayai capital expenditure," kata Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Angkasa Pura I, Novrihadri.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya