Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pasar modal Indonesia kembali diliputi ketakutan. Semakin mendekatnya pertemuan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserves menahan investor melantai ke bursa saham.
Aksi jual asing yang kembali muncul juga menyeret bursa saham syariah Indonesia kembali melemah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 15 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 1,926 poin (1,37%) ke level 138,606.
Sepanjang perdagangan ISSi tak kuasa keluar dari tekanan jual investor. ISSI hanya sempat menyentuh level tertinggi di 140,058 dan jatuh ke level terendah 138,324.
Koreksi lebih tajam menerpa indeks saham bluechips syariah. Turun 11,403 poin (1,93%), Jakarta Islamic Index (JII) menutup sesi perdagangan di level 580,276.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 2,29 triliun dengan 46,12 juta saham beprindahtangan.
Papan perdagangan ISSI hanya dihuni 67 emiten syariah yang bergerak menguat. ISSI justru didominasi pelemahan dari 111 emiten dan 36 lainnya bertahan stagnan.
Sentimen The Fed dibarengi indeks bursa regional yang melemah juga menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Turun 43,213 poin (0,98%), IHSG kembali turun ke level 4.347,160.
Lantai bursa kali ini hanya menghimpun dana Rp 3,36 triliun dengan posisi asing kembali melakukan aksi jual Rp 253 miliar.
Kekhawatiran juga muncul dari pasar keuangan. Rupiah yang sempat bertahan di level 13.400, kini justru semakin melemah. Sore ini rupiah terpangkas 68 poin (0,47%) menjadi 14.401 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya