Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anak-anak Tengah Bermain Bersama (siloka.com)
Dream - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memberikan empat cakupan yang menjadi permasalahan terkait kesejahteraan anak. Empat cakupan ini muncul karena adanya perubahan sosial yang memengaruhi pola hubungan antarpersonal dalam masyarakat sehingga menyebabkan situasi tak ramah pada anak.
" Kesejahteraan anak terbagi dalam aspek kebudayaan, aspek kesehatan, hukum dan perlindungan anak. Seperti contohnya di NTT, " belis" (mahar) menjadi kendala untuk mencatatkan pernikahan mereka," ujar Khofifah di Jakarta, Senin, 14 September 2015.
Menurut Khofifah, " belis" yang merupakan adat di NTT menjadi kendala sebab seringkali ditetapkan dengan harga tinggi. Kondisi ini mendorong masyarakat tidak dimilikinya kartu keluarga. Jika tidak memiliki kartu keluarga maka kecil kemungkinan untuk memiliki akte kelahiran.
Kondisi itu nantinya akan memengaruhi sistem pendidikan anak serta lapangan pekerjaan membutuhkan akte kelahiran. Untuk itu, Kemensos mensosialisasikan hal ini kepada kepala adat di NTT sehingga " belis" bisa diganti.
" Sehingga kalau kita mau bilang ini sebagai bonus demografi, betul ini bonus demografi untuk anak muda di masa depan," papar dia.
Adapun dari segi hukum, Khofifah telah menyempatkan proyek percontohan desa dengan anak sejahtera di lima titik agar sesuai dengan UU SPPA. Pembangunan itu dimaksudkan agar anak-anak bermasalah hukum dapat mendapatkan perhatian yang relatif dan komprehensif.
Dalam bidang kesehatan, Khofifah menyatakan, gizi anak menjadi satu perhatian penting. Dia pun berencana akan memberikan perhatian untuk perempuan remaja yang sudah harus memasuki gaya hidup sehat.
Mengenai perlindungan anak dari kelahiran yang tidak diharapkan, dia mengatakan sudah memasukkan persoalan tersebut dalam Undang-undang (UU) Perlindungan Anak. Lebih lanjut dia meminta pemuka-pemuka agama untuk membantu penanganan anak di panti asuhan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya