4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Sentimen pelemahan indeks Dow Jones dan regional membawa aura negatif bagi bursa regional. Didorong turunnya harga saham sektor keuangan, bursa saham Indonesia dibuka melemah.
Investor asing yang kemarin sudah mulai melakukan positioning juga kembali melakukan aksi jual pagi ini.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 15 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,507 poin (0,36%) ke level 140,025.
ISSI masih bergerak lemah di sesi pembukaan dengan koreksi 0,491 poin (0,35%) ke level 140,041.
Laju pelemahan juga melanda saham-saham bluechips syariah. Turun 3,198 poin (0,54%), indeks Jakarta Islamic Index (JII) mengawali sesi prapembukaan perdagangan dari 588,481
Indeks JII kembal turun 3,114 poin (0,53%) ke level 588,565 di sesi pembukaan.
Transaksi perdagangan saham syariah pagi ini dimulai dengan dana sekitar Rp 9,88 miliar. Sebanyak 47,73 juta saham menjadi objek transaksi pelaku pasar.
Melemahnya sebagian besar bursa saham utama Asia juga menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks acuan pasar modal Indonesia ini terpangkas 17,503 poin (0,40%) ke level 4.372,870 di sesi prapembukaan.
Sebanyak 9 emiten masih bisa keluar dari tekanan dengan melaju positif. Namun 30 emiten lainnya sudah tertekan aksi jual dan jatuh ke zona merah.
Emiten sektor keuangan menjadi motor penggerak pelemahan bursa saham. Sebaliknya, investor masih memburu saham-saham di sektor pertanian.
Dari kawasan regional, indeks Nikkei Jepang masih cukup perkasa di tengah munculnya sentimen pertemuan The Fed. Sebaliknya, indeks Hang Seng dan Shanghai Composite tercatat sudah melemah 0,03 persen dan 2,03 persen
Di pasar keuangan, laju rupiah semakin melemah. Rupiah pagi ini sudah menyentuh level Rp 14,355 per dollar AS atau turun 35 poin (0,24%).
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
