Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Berbagi masalah pribadi di tempat kerja bisa menjadi jauh lebih sulit dan dapat berdampak pada persepsi kinerja dan fokus Anda.
Itu bukan karena rekan kerja dan manajer tidak memahami -dan empati dengan- keadaan sulit, tetapi karena ada banyak kekhawatiran bahwa beberapa jenis masalah pribadi dapat memengaruhi pikiran mereka.
Namun, secara umum ada beberapa poin yang harus diperhatikan saat memutuskan berbagi masalah pribadi atau tidak. Berikut, 4 poin yang dikutip dari Gulf News, September 2015.
1. Dinamika kantor
Dalam sebuah tim yang lebih kecil di mana rekan kerja akrab dengan kehidupan masing-masing, berbagi masalah pribadi mungkin dianggap alami. Tetapi Anda harus menggunakan penilaian terbaik dalam mencari tahu seberapa jauh Anda ingin berbagi berdasarkan dinamika kantor, terutama jika Anda berada di status emosional yang rapuh.
Skenario terburuk yaitu Anda mencurahkan isi hati kepada orang yang salah. Meskipun ini tidak akan merusak karier, namun Anda perlu hati-hati saat berbagi masalah pribadi Anda.
2. Berlebihan dalam berbagi
Secara umum, hanya menyebutkan sedikit yang terjadi dalam kehidupan pribadi Anda, maka semuanya akan baik-baik saja. Tidak ada salahnya Anda bercerita saat berduka untuk kematian anggota keluarga atau perceraian.
Tetapi masalah muncul ketika berbagi tersebut berubah menjadi topik atau gosip di kantor, dan Anda mulai mengembangkan kehancuran bagi diri Anda sendiri. Situasi ini mungkin sinyal bagi manajer bahwa Anda tidak dapat fokus dan melakukan pekerjaan Anda.
3. Selektif
Seperti sebelumnya, manajer harus menjadi yang pertama mendengar kabar jika masalah pribadi membuat Anda harus off untuk sementara waktu. Selain manajer, Anda harus selektif terhadap siapa saja yang harus diberitahu.
Apakah semua orang di sekitar Anda perlu tahu dengan segera? Apakah Anda percaya semua orang akan menghormati privasi Anda? Jika jawaban untuk kedua pertanyaan ini adalah " Tidak" , jangan buru-buru untuk membuat pengumuman yang tidak perlu. Bahkan, pertimbangkan menjaga kehidupan pribadi jauh dari kantor, sehingga akan memberikan zona bebas emosi saat bekerja.
4. Membuat batasan
Jika rekan kerja perlu tahu karena itu adalah hal yang biasa dilakukan di kantor, maka minta mereka menjaga privasi Anda. Jika punya teman di antara rekan kerja, pastikan untuk membahas masalah-masalah pribadi dengan mereka selama makan siang atau istirahat.
Ini akan memberi mereka isyarat yang jelas bahwa Anda membuat batasan tentang kehidupan pribadi. Mereka harus tahu batasan-batasan ini dimaksudkan untuk melindungi privasi dan karir Anda.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya