Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Dibuka Melemah, Emiten Syariah Berguguran

Reporter : Syahid Latif
Senin, 27 Juli 2015 09:16
Dibuka Melemah, Emiten Syariah Berguguran
Pelaku pasar kembali menanti pengumuman The Fed terkait suku bunga

Dream - Bursa saham syariah Indonesia kembali melemah di awal pembukaan dari pekan terakhir Juli 2015. Sentimen pertemuan The Fed dan aksi investor yang menanti laporan kinerja emiten menekan laju bursa.

Pasar saham domestik juga tertekan oleh laju kurs rupiah yang masih melemah.

Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 27 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,820 poin (0,53%) ke level 154,687.

ISSI benar-benar tertekan mengingat hanya ada dua emiten syariah yang bergerak menguat. Sisanya, 27 emiten memulai sesi dengan koreksi harga dan 8 lainnya stagnan.

Transaksi perdagangan di awal sesi ini bernilai Rp 8,26 miliar dengan 41,63 juta saham berpindahtangan.

Gerak ISSI tak banyak berubah di sesi pembukaan. Kali ini, ISSI terkoreksi 0,826 poin (0,53%) ke level 154,681.

Kondisi sama dialami indeks saham-saham bluechips syariah. Hanya didukung 1 emiten yang menguat, Jakarta Islamic Index (JII) membuka sesi prapembukaan dengan melemah 4,885 poin (0,76%) ke level 642,051.

Indeks JII kembali turun 4,868 (0,75%) ke level 642,068 di sesi pembukaan. Koreksi dipicu turunnya harga saham dari 23 emiten unggulan syariah.

Bursa saham nasional memang sedang tertekan di awal pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat jatuh 23,449 poin (0,48%) ke level 4.833,146 di sesi prapembukaan.

Di sesi pembukaan, IHSG masih melemah 24,359 poin (0,50%) ke level 4.832,236

Lantai bursa pagi ini memulai sesi pemanasan dengan dana Rp 16,68 miliar dan 52,57 juta saham yang berpindahtangan. Asing masih malas melakukan aksi beli dengan hanya mencetak nett buy Rp 176 juta

Dari kawasan regional, Seluruh indeks saham utama aAsia bergerak melemah. Indeks Nikkei dan Hang Seng sudah terkoreksi 0,46 persen dan 1,79 persen

Dari pasar keuangan, koreksi kurs rupiah semakin mencemaskan pelaku pasar. Meski sempat menguat 1 poin, rupiah pagi ini dibuka melemah ke level 13.440 per dolar AS.

Beri Komentar