Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham syariah Indonesia kembali melemah di awal pembukaan dari pekan terakhir Juli 2015. Sentimen pertemuan The Fed dan aksi investor yang menanti laporan kinerja emiten menekan laju bursa.
Pasar saham domestik juga tertekan oleh laju kurs rupiah yang masih melemah.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 27 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,820 poin (0,53%) ke level 154,687.
ISSI benar-benar tertekan mengingat hanya ada dua emiten syariah yang bergerak menguat. Sisanya, 27 emiten memulai sesi dengan koreksi harga dan 8 lainnya stagnan.
Transaksi perdagangan di awal sesi ini bernilai Rp 8,26 miliar dengan 41,63 juta saham berpindahtangan.
Gerak ISSI tak banyak berubah di sesi pembukaan. Kali ini, ISSI terkoreksi 0,826 poin (0,53%) ke level 154,681.
Kondisi sama dialami indeks saham-saham bluechips syariah. Hanya didukung 1 emiten yang menguat, Jakarta Islamic Index (JII) membuka sesi prapembukaan dengan melemah 4,885 poin (0,76%) ke level 642,051.
Indeks JII kembali turun 4,868 (0,75%) ke level 642,068 di sesi pembukaan. Koreksi dipicu turunnya harga saham dari 23 emiten unggulan syariah.
Bursa saham nasional memang sedang tertekan di awal pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat jatuh 23,449 poin (0,48%) ke level 4.833,146 di sesi prapembukaan.
Di sesi pembukaan, IHSG masih melemah 24,359 poin (0,50%) ke level 4.832,236
Lantai bursa pagi ini memulai sesi pemanasan dengan dana Rp 16,68 miliar dan 52,57 juta saham yang berpindahtangan. Asing masih malas melakukan aksi beli dengan hanya mencetak nett buy Rp 176 juta
Dari kawasan regional, Seluruh indeks saham utama aAsia bergerak melemah. Indeks Nikkei dan Hang Seng sudah terkoreksi 0,46 persen dan 1,79 persen
Dari pasar keuangan, koreksi kurs rupiah semakin mencemaskan pelaku pasar. Meski sempat menguat 1 poin, rupiah pagi ini dibuka melemah ke level 13.440 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya