Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga
Ilustrasi
Dream - Bursa saham syariah rontok menjelang libur akhir pekan. Perpaduan sentimen negatf regional dan pelemahan rupiah memaksa investor menahan diri masuk pasar.
Aksi jual investor asing yang mencetak nett sell Rp 119,81 miliar juga membuat resah pelaku pasar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 24 Juli 2015, Indeks Saham Syariah indonesia (ISSI) rontok 1,719 poin (1,09%) ke level 155,507.
Dengan penutupan ini, ISSI kembali mendekam di zona merah setelah kemarin juga dilanda aksi jual. ISSI hanya sanggup menyentuh level tertinggi di 156,780 dan sempat terlempar ke posisi terendah 155,322.
Jatuhnya harga saham dari 117 emiten syariah membuat ISSI terpuruk di zona merah. ISSI hanya berhasil mempertahankan 61 emiten ISSI di zona positif dan 40 lainnya bertahan stagnan.
Tak hanya terjun bebas, transaksi jual-beli saham juga terpantau masih minim. Dana senilai Rp 1,93 triliun bergulir di pasar modal untuk menggelar jual beli 21,36 miliar saham syariah.
Aksi jual yang melanda sejumlah saham bluechips favorit juga membenamkan Jakarta Islamic Index (JII).
Terpangkas 9,401 poin (1,43%), indeks JII menyambut libur akhir pekan di level 646,936.
Pelaku pasar tercatat melepas 25 emiten bluechips syariah ke zona hijau. Beruntung masih ada 5 emiten yang menahan JII terpuruk lebih dalam.
Pemuncak top losser JII kali ini dihuni oleh AALI yang melemah Rp 975. Disusul INTP yang turun Rp 425, ITMG Rp 350, LPPF Rp 350, dan SMGR Rp 275.
Sebaliknya dua emiten pelat merah, JSMR dan TLKM menjadi sasaran beli investor dengan menguat Rp 125 dan Rp 100 per saham. Top gainer lainnya adalah SILO yang naik Rp 100, AKRA Rp 50, dan SSMS Rp 5 per saham.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut tersungkur usai melemah 46,250 poin (0,94%) ke level 4.856,595. IHSG sama sekali tak sanggup keluar dari zona merah sepanjang perdagangan kali ini.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah semakin tertekan. Menguat dolar AS membuat rupiah melemah 29 poin (0,22%) menjadi 13.429 per dolar AS.
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan