Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bergugurannya indeks utama saham Asia kembali menyeret bursa saham syariah masuk zona merah. Investor masih menahan diri berburu saham-saham di lantai bursa.
Meski dibuka turun, pelemahan yang terjadi relatif tipis. Sejumlah indeks sektoral mulai beranjak menguat.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun tipis 0,093 poin (0,07%) ke level 140,823.
ISSI masih melemah 0,063 poin (0,04%) di sesi pembukaan ke level 140,853.
Koreksi juga tak bisa dihindari indeks saham bluechips syariah. Turun 0,677 poin (0,12%), indeks Jakarta Islamic Index (JII) mengawali sesi prapembukaan di level 586,295.
JII kembali turun 0,454 poin (0,08%) ke level 586,518 di sesi pembukaan.
Pelaku pasar tampaknya menahan diri menggelar transaksi pagi ini. Terlihat dari nilai jual beli saham yang hanya mencapai Rp 11,06 miliar di sesi pemanasan.
Kondisi berubah ketika bursa saham memasuki 7 menit waktu perdagangan. ISSI dan JII yang bergerak lemah di awal sesi justru bergerak menguat dan menembus zona positif.
Munculnya aksi beli ini membuat 57 emiten syariah sukses bergerak menguat. Sebanyak 17 emiten diantaranya berasal dari saham-saham kepingi biru syariah.
Kondisi serupa dialami indeks acuan saham Indonesia. Minim sentimen, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka sesi prapembukaan dengan melemah tipis 9,050 poin (0,20%) ke level 4.462,971.
Di sesi pemanasan ini, lantai bursa sudah mentransaksikan dana Rp 20,24 miliar sejak awal perdagangan. Posisi Asing masih melakukan nett sell bernilai Rp 3 miliar.
Meski turun tipis, sejumlah indeks sektoral perlahan-ahan mulai bangkit. Terlihat emiten sektor infrastruktur, perdagangan dan barang konsumsi menguat di sesi pembukaan. Kenaikan masing-masing 0,48 persen, 0,28 persen, dan 0,11 persen.
Seluruh indeks saham utama di kawasan Asia memulai sesi dari Zona hijau. Hanya Kospi Korea Selatan yang berhasil dibuka menguat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya