Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Dengan tidak munculnya sentimen positif sepanjang perdagangan, bursa saham syariah akhirnya terjungkal. Kecemasan investor mendorong indeks sektoral terjun bebas.
Sentimen negatif dari sinyal kenaikan suku bunga acuan the Federal Reserves akhir tahun ini telah menekan indeks sejak awal perdagangan.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terjun bebas 4,490 poin (3,09%) ke level 140,916.
Meski terkoreksi dalam, indeks ISSI masih sempat menyentuh teritori positif dengan level tertinggi di 145,421.
Koreksi lebih tajam dicetak indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menukik 23,927 poin (3,92%) ke level 586,972.
Gencarnya aksi jual saham mendorong 147 emiten syariah menutup perdagangan di zona merah. Kenaikan harga saham dari 32 emiten ISSI tak cukup ampuh melawan tren jual hari ini.
Di jajaran saham bluechips syariah, hampir seluruh penghuni indeks JII ditutup melemah. Hanya satu emiten yang bergerak naik.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,44 triliun dengan 36,5 miliar saham berpindahtangan.
Saham-saham bluechips syariah yang menghuni daftar top losser adalah INTP dengan koreksi Rp 1.750, UNTR Rp 1.450, UNVR Rp 1.000, LPPF Rp 650, dan SILO Rp 575 per saham.
Satu-satunya saham unggulan syariah yang bergerak naik adalah LSIP senilai Rp 5 per saham.
Laporan kinerja emiten yang kurang menggembirakan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk sepanjang perdagangan hari ini. IHSG terpangkas 136,719 poin (2,97%) ke level 4.472,021.
Aksi jual jelang penutupan menyeret IHSG menyentuh level terendahnya tersebut.
Lantai bursa ramai oleh transaksi dengan nominal Rp 5,68 trilun. Tak hanya investor lokal, sentimen The Fed juga memaksa asing melakukan aksi jual hingga Rp 998 miliar.
Dari pasar keuangan, rupiah yang sempat bertahan dari sentimen negatif akhirnya ikut terkulai lemas. Rupiah sore ini terpangkas 131 poin (0,97%) menjadi Rp 13.611 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya