7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi
Dream - Pelaku bisnis perbankan syariah nasional mengaku kalah jauh jika dibanding dengan Malaysia. Perkembangan perbankan syariah di negeri jiran dinilai jauh lebih cepat daripada Indonesia.
“ Selain itu juga ada keluwesan kebijakan dan dukungan pemerintah Malaysia,” tutur Ketua Umum DPW Asbisindo Jawa Timur, Ersyam Fansuri, di Surabaya, Kamis 29 Oktober 2015.
Pemerintah Malaysia, tambah dia, kerap mengeluarkan kebijakan yang mendukung perbankan syariah. Misalnya pemberian keringanan pajak kepada pelaku bisnis syariah. “ Mereka terlalu luwes.”
Selain itu, Ersyam juga menyebut perbankan syariah Malaysia tidak menjalankan prinsip syariah secara penuh. Melainkan campuran dengan sistem konvensional. “ Hasil produksinya ini yang tidak syariah,” ujar Ersyam.
Sementara di Indonesia, dari segi payung hukum saja sudah tertinggal jauh. Meski Bank Muamalat, yang menjadi pionir bank syariah di Indonesia didirikan pada tahun 1992, aturan soal bank syariah di tanah air baru dibuat tahun 2008.
“ Adanya Bank Muamalat itu 1992, itu payung hukumnya terlalu kecil. Payung hukumnya hanya kata-kata bank yang boleh menjalankan prinsip bagi hasil,” papar Ersyam.
Meski demikian, dia tetap optimis perbankan syariah di Indonesia bakal terus berkembang. Meski saat ini porsi pasarnya masih di bawah lima persen dari pasar perbankan nasional. “ Memang dirasa kurang.”
Optimisme Ersyam itu didasarkan pada angka pertumbuhan perbankan syariah yang tahun ini rata-rata 38 persen. Ditambah lagi, mayoritas penduduk Indonesia adalah masyarakat muslim.
“ Jawa Timur saja 86 persennya masyarakat muslim. Itu potensi bank syariah yang sebenarnya,” kata Ersyam.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data –sebagaimana dikutip laman The Straits Times– menyebut aset bank syariah di Indonesia turun 27 persen selama Januari hingga Agustus tahun ini. Aset bank syariah Indonesia kini hanya Rp200 triliun saja. [Baca juga: Ini Sebab Bank Syariah Indonesia Selalu Kalah dari Malaysia]
Bandingkan dengan Malaysia. Pada periode yang sama, aset perbankan syariah di negeri jiran itu naik 13,7 persen menjadi Rp2.981,5 triliun. Perkembangan ini disebut-sebut karena berbagai kebijakan Malaysia yang kerap memberi keringanan pajak pada pelaku bisnis syariah. Baca Juga: Hati-hati! 5 Risiko Ini Bisa Ancam Industri Bank Syariah BI Ingin Entaskan Kemiskinan dengan Aset Wakaf Bangun Ekonomi Syariah, BI Tiru Zaman Nabi Ini Sebab Bank Syariah Indonesia Selalu Kalah dari Malaysia Lima Jurus Jitu Bikin Perbankan Syariah Berjaya Mesin ATM Masa Depan, Dari Nirkartu sampai Retina Kini, Pelajar Mulai Tertarik Jadi Nasabah Bank Syariah Buku `Primbon` Perbankan Syariah Indonesia Diluncurkan
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?