Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Dibuka Menguat, Indeks Syariah Melawan Bursa Asia

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 10 Desember 2014 09:31
Dibuka Menguat, Indeks Syariah Melawan Bursa Asia
Pembukaan positif ISSI dan JII tak diikuti IHSG yang melemah tipis di sesi pra pembukaan.

Dream - Tak seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengawali perdagangan di zona merah, dua indeks saham syariah justru langsung bergerak menguat.

Aksi belanja investor membuat bursa saham Indonesia langsung bergairah setelah kemarin ditutup melemah cukup signifikan.

Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 10 Desember 2014, IHSG turun tipis 0,73 poin (0,01%) ke level 5.132,90.

Namun tak butuh waktu lama bagi IHSG untuk berbalik menguat. Di sesi pembukaan, IHSG menanjak 12,65 poin (0,25%) ke level 5.134,97.

Bahkan hingga 15 menit waktu perdagangan, IHSG telah bergerak leluasa di zona hijau dengan menguat 18,60 poin (0,36%) ke level 5.140,91.

Indeks sektor saham hanya meninggalkan emiten perdagangan di zona merah yang melemah 0,04 persen. Sisanya, mulai beranjak ke zona hijau dipimpin emiten sektor infrastruktur yang naik 0,8 persen dan keuangan 0,53 persen.

Investor asing tampaknya masih hati-hati untuk kembali membelanjakan dananya di pasar modal Indonesia. Asing masih mencatat nett sell tipis Rp 1,30 miliar.

Berbeda dengan IHSG yang memulai perdagangan di zona merah, dua indeks saham syariah justru sudah menguat sejak awal pembukaan transaksi.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka menguat tipis di level 165,54. Hingga 15 menit waktu perdagangan, ISSI telah menguat 0,56 poin (0,34%) ke level 166,07.

Saat ini sebanyak 92 emiten ISSI sudah melaju di zona hijau sementara 41 lainnya masih tertinggal di teritori negatif.

Transaksi perdagangan saham syariah melibatkan 5,58 juta saham dengan nilai Rp 471,85 miliar.

Awal positif juga ditorehkan saham-saham unggulan syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka menguat di level 679,24 dan kini sudah naik 2,88 poin (0,42%) menjadi 681,59.

Kinerja yang dicapai bursa saham Indonesia ini berbanding terbalik dengan kondisi di kawasan regional.

Indeks Hang Seng dan Nikkei masih bergerak melemah masing-masing 0,21 persen dan 1,63 persen. Sebaliknya, Strait Times Singapura masih menguat 0,20 persen.

Nilai tukar rupiah yang kemarin sempat menguat kini kembali diterpa pelemahan. Kurs rupiah terkoreksi 9 poin (0,07%) menjadi 12.340 per dolar AS.

Beri Komentar