Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masker Jadi Salah Satu Barang Yang Paling Banyak Diburu Orang. (foto: Shutterstock)
Dream – Meski pemerintah sudah memastikan kondisi tetap berjalan normal selama lonjakan kasus Covid-19, kepanikan di masyarakat sepertinya tak bisa terbendung. Fenomena ini terlihat dari beberapa harga alat dan produk kesehatan yang tiba-tiba kembali melonjak di situs jual beli online.
Deretan peralatan kesehatan seperti masker, tabung oksigen, multivitamin, disinfektan, hingga susu murni mulai semakin susah ditemukan masyarakat. Tingginya demand masyarakat terhadap barang-barang ini menjadi celah sejumlah orang untuk mencari cuan yang lebih tinggi.
Aldan, seorang warga Depok, Jawa Barat mengaku kesulitan untuk mencari oksigen medis serta alat pendeteksi saturasi yang selama ini banyak digunakan masyarakat di rumah. " Susu beruang juga susah banget," keluhnya kepada Dream.
Menurut Aldan, dia pernah membeli Oximeter dengan harga mencapai Rp200 ribu. Kini dia menemukan barang yang sama dijual hingga Rp600 ribu dan susah diperoleh.
" Disinfectant air juga susah, mulai hilang juga," ungkapnya.
Dream mencoba berselancar di sejumlah toko jual beli online untuk mencari tahu ketersediaan perlengkapan kesehatan tersebut. Saat mencari tabung oksigen, harga per tabung yang semula Rp500 ribuan-Rp800 ribuan per meter kubik, kini sudah mulai ditawarkan hingga Rp3 jutaan.
Sementara susu murni dengan merek Bear Brand yang mulai langka juga dijual dengan harga sangat mahal. Sekarton susu murni siap minum berisi 30 kaleng dengan ukuran 189 ml sampai Rp1,5 juta. Harga susu murni tersebut melonjak lima kali lipat dari harga normal sebelumnya di kisaran Rp200 ribuan-Rp300 ribuan
Tak hanya itu, obat cacing Ivermectin yang tengah dalam masa uji klinis untuk menilai khasiatnya sebagai obat terapi Covid-19 juga mulai banyak diburu. Harga Ivermectin yang bsia ditemukan bebas di situs jual beli online ditawarkan hingga ratusan ribu rupiah. Di sebuah e-Commerce yang dilihat Dream bahkan terpasang harga Ivermectin senilai Rp657 ribu.
Kondisi stok obat, multivitamin, dan oksigen memang beragam di beberapa lokasi. Sejumlah masyarakat masih ada bisa mendapatkan produk-produk tersebut, seperti susu UHT, dengan mudah dan harga normal.
Berikut ini adalah deretan obat, multivitamin, serta perlengkapan kesehatan yang mulai banyak dicari lewat situs jual beli online.
Masker menjadi barang paling diburu pembeli dan menjadi “ kebutuhan wajib” pada masa pandemi COVID-19. Saking “ wajibnya”, permintaan terhadap masker pun ikut tinggi. Permintaan yang tinggi bisa membuat harga ikut melambung.

Satu boks masker 3ply dijual seharga Rp40 ribuan-Rp60 ribuan. Tapi, ada saja yang menjual satu boks masker ini seharga Rp22,5 juta.
Barang kedua ini juga sedang naik daun seiring dengan banyaknya kasus COVID-19. Di pasaran, harga satu tabung oksigen 1 meter kubik senilai Rp800 ribuan-Rp1 jutaan di tengah pandemi.

Sekadar informasi, satu set tabung oksigen ini berisi tabung oksigen beserta isinya, troli, dan selang oksigen.
Namun, kini, harganya bisa menjadi berlipat-lipat dari harga semula. Di situs e-Commerce, harga set tabung oksigen dengan kapasitas 1 meter kubik dijual seharga Rp4,8 juta. Malah, ada yang sampai Rp13,3 juta per tabung.
Kita mulai dengan Ivermectin. Ya, obat antiparasit ini menjadi sorotan banyak pihak karena menjadi salah satu obat terapi COVID-19. Obat ini memang sedang diproduksi untuk versi generik di Indonesia.

Obat satu ini mulai menjadi daftar barang “ most wanted” di tengah pandemi. Malah, di situs e-commerce, harganya mencapai Rp657 ribu-Rp660 ribu untuk satu boks obat. Sekadar informasi, satu boks ini berisi 10 strip masing-masing 10 kaplet.
Multivitamin juga menjadi barang-barang yang dicari oleh masyarakat. Multivitamin ini dipercaya bisa untuk membantu menaikkan kesehatan dan imun tubuh.

Akan tetapi, ada saja yang mencari celah cuan dari multivitamin. Misalnya, multivitamin Becom C yang dijual senilai Rp1,44 juta untuk satu strip di situs e-commerce. Padahal di aplikasi Halodoc, harga satu strip multivitamin ini dijual senilai Rp18.400.

Susu steril kalengan juga menjadi salah satu barang yang paling dicari masyarakat. Harga per kartonnya, saat masa normal, senilai Rp200 ribu-Rp300 ribuan.

Tapi seorang pelapak, entah bercanda atau sengaja, memasang harga 3-4 kali lipat lebih mahal. Penjual di situs e-Commerce itu memasang harga Rp1,49 juta.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya