Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IHSG
Dream - Melemahnya pasar global dan regional serta sentimen buruk dari domestik benar-benar membuat pasar modal babak belur. Belum genap sepekan Tahun Baru, indeks saham acuan harus dilanda tekanan hebat.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 6 Januari 2015, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 33,791 poin (0,65%) ke level 5.186,20.
Laju IHSG semakin melemah di sesi pembukaan ketika terjadi koreksi hingga 40,912 poin (0,78%) ke level 5.179,08.
Seluruh indeks saham acuan dan sektoral bergerak melemah di awal perdagangan ini. Aksi ambil untung pelaku pasar membuat tekanan semakin berat.
Sejak pembukaan, papan perdagangan bursa langsung didominasi warna merah. Tercatat 119 saham bergerak melemah dan hanya 21 saham yang masih bisa bertahan di zona hijau.
Aksi jual beli pelaku pasar pada hingga 15 menit waktu perdagangan tercatat mencapai Rp 469,19 miliar. Tercatat 6,17 miliar saham sudah diperdagangkan pelaku pasar.
Investor asing yang dilanda kekhawatiran kembali melakukan aksi jual saham sejak awal perdagangan. Asing pagi ini mengawali sesi dengan nett sell R 2 miliar.
Tekanan sentimen negatif juga ikut dirasakan dua indeks saham syariah di pasar modal Indonesia.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini membuka perdagangan dengan melemah ke level 166,75. Pada penutupan kemarin, ISSI bertengger di level 168,09.
Hingga 15 menit waktu perdagangan saham, ISSI tercatat telah terkoreksi 1,333 poin (0,79%) ke level 166,75. Sebanyak 111 emiten meluncur ke zona merah dan 21 emiten telah berhasil menembus teritori positif.
Sebanyak 3,52 miliar saham syariah telah ditransaksikan pelaku pasar dengan nilai RP 333,41 miliar.
Penurunan harga saham besar-besar juga melanda emiten bluechips syariah. Sebanyak 28 emiten unggulan syariah dilanda aksi jual dan hanya meninggalkan 1 emiten di zona hijau.
JII pagi ini mengawali perdagangan dengan melemah ke level 681,86. Namun JII masih terus berusaha melawan dan mencatat pelemahan yang lebih baik.
Hingga kini JII tercatat telah melemah 5,766 poin (0,83%) ke level 683,32.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya