Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Indeks acuan saham syariah di pasar modal Indonesia berhasil bertahan di zona hijau. Adanya aksi beli jelang penutupan mencegah dua indeks saham ini jatuh ke zona hijau.
Akhir kurang baik dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Aksi jual investor pada saham sektor keuangan memaksa IHSG ditutup melemah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 11 Juni 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,209 poin (0,13%) ke level 159,612.
Laju ISSI memang sempat mengalami tekanan dan masuk zona merah. ISSI menembus level terendah di 159,158 dan tertinggi di 161,114.
Penguatan ISSI terbantu menguatnya harga saham dari 102 emiten syariah. Sebaliknya, 75 emiten mencoba menyeret ISSI masuk teritori negatif dan 53 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai angka Rp 2,86 triliun dengan 37,61 miliar saham yang beralihtangan.
Sementara itu, saham-saham bluechips syariah juga didominasi penguatan. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) naik tipis 1,854 poin (0,28%) ke level 666,603.
Aksi jual beli 5,97 miliar saham bernilai Rp 1,67 triliun membawa 17 emiten keping biru syariah ke zona hijau.
Emiten unggulan pencetak kenaikan harga saham tertinggi (top gainer) dihuni oleh LPPF yang menguat Rp 1.275 per saham. Top gainer lainnya adalah ICBP yang naik Rp 225, AKRA Rp 200, JSMR Rp 175, dan INCO Rp 140 per saham.
Di jajaran top losser justru dihuni saham-saham yang selama ini menjadi motor penggera ISSI. Pemuncak top looser dihuni oleh UNVR yang melema Rp 700, UNTR Rp 650, AALI Rp 200, SMGR Rp 175, dan SILO Rp 150 per saham.
Menguatnya ISSI dan JII meninggalkan IHSG di zona merah. Meski dibuka menguat ke level 4.971,192, IHSG justru ditutup melemah 4,745 poin (0,10%) ke level 4.928,812.
Lantai bursa sore ini berhasil menghimpun dana Rp 4,69 triliun dengan 51,66 miliar saham berpindahtangan.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah kompak bergerak menguat bersama mata uang Asia lainnya. Sore ini kurs rupiah berada di level 13.288 per dolar AS, menguat 27 poin (0,20%).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya