Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wah, Indeks Syariah Tergelincir.
Dream - Laju nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang kemarin mengejutkan pasar keuangan dunia hari ini (Selasa, 8 Januari 2019) sedikit melambat. Mata uang Negeri Paman Sam yang kembali unjung gigi membawa sentimen negatif bagi pasar modal Indonesia.
Sejumlah indeks acuan di pasar modal Indonesia kali ini ikut merosot terseret isu kurs rupiah. Pelemahan juga dialami tiga indeks saham syariah yang menutup perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI) di zona merah.
Papan perdagangan BEI mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) meranggas 1,089 poin (0,58%) ke level 185,860. ISSI bergerak fluktuatif setelah sempat dibuka menghijau di 187,011 ketika sesi perdagangan dimulai.
ISSI menyentuh level tertingginya di 187,011 dan sempat jatuh ke posisi terendah di 185,265.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga turut melemah 5,460 poin (0,77%) ke level 698,653. Sementara Indeks JII70 turun 1,595 poin (0,68%) ke level 232,114.
Sentimen negatif pelemahan rupiah mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 24,377 poin (0,39%) ke level 6.262,847.
Penguatan tipis dolar AS tak memberikan angin segar yang cukup kepada investor. Sebagian besar indeks sektoral memerah.
Penanam modal melepas sahamnya di sektor barang konsumsi dan manufaktur yang terkoreksi masing-masing 1,75 persen dan 1,19 persen.
Penguatan indeks sektoral terjadi pada infrastruktur sebesar 1,09 persen, industri aneka 0,29 persen, dan keuangan 0,05 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah DSSA yang harga sahamnya melejit Rp1.475, ITMG Rp1.225, GMTD Rp300, INDR Rp250, dan SCCO Rp125.
Sebaliknya, harga saham MKPI terkoreksi Rp1.450, UNVR Rp1.250, BYAN Rp1.000, DUTI Rp770, dan INTP Rp625.
Dari pasar uang, nilai tukar dolar AS menguat tipis terhadap rupiah. Pada pukul 16.06, kurs dolar AS terangkat 55 poin (0,39%) ke level Rp14.140.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya