Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Bursa saham syariah Indonsia ikut terseret efek kemenangan Donald Trump yang terpilih menjadi presiden ke-45 Amerika Serikat. Kemenangan Trump ini tak hanya membawa dampak negatif terhadap bursa syariah, kurs rupiah juga ikut terkulai lemas.
Laju perdagangan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka menguat harus mengakhiri perdagangan saham di teritori negatif. Beruntung, aksi jual pemodal asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tak terlalu tinggi.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Rabu 9 November 2016, indeks ISSI melemah melemah 1,969 poin (1,09%) ke level 173,233. Indeks acuan saham bluechip syariah, JII juga bergerak ke zona merah usai terkoreksi 10,815 poin (1,46%) di level 730,088.
Indeks ISSI memulai sesi perdagangan dengan dibuka menguat dan sempat menyentuh level 180.726. Namun sentimen negatif dari kecemasan pelaku pasar akan kemenangan Trump membuat investor lokal berbalik melakukan aksi jual.
Transaksi perdagangan saham syariah pun mengalami kenaikan dengan mencetak angka Rp 5,82 triliun. Meski masing mencatat nett buy Rp 273 miliar, papan ISSI justru didominasi koreksi hargsa saham dari 139 saham syariah. Aksi beli hanya mampu mengangkat harga saham dari 58 emiten saham.
Mayoritas emiten sektoral “ terkapar” dengan muncul sentimen negatif ini. Pelemahan tertinggi terjadi pada emiten sektor infrastruktur yang turun 2,23 poin, diikuti sektor keuangan 1,52 poin, dan industri aneka 1,2 poin.
Hanya ada satu indeks sektoral yang ditutup positif, yaitu perdagangan yang naik 0,45 persen.
Tercatat lima emiten bluechips syariah berhasil ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Top gainer indeks JII itu adalah LPPF yang menguat Rp200, SILO Rp75, INCO Rp20, JSMR Rp20, dan WIKA Rp10.
Sebaliknya, mayoritas emiten unggulan syariah mengalami koreksi harga dipimpin UNTR yang turun Rp225. Diikuti oleh AALI Rp200, INDF Rp175, SMGR Rp175, dan TLKM Rp160.
Di pasar uang, kecemasan investor akan kemenangan Trump membuat investor ramai-ramai mengoleksi dolar AS. Mata uang Negara Paman Sam itu pun bergerak menguat 8 poin (0,06%) ke level Rp13.090 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya