Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
© MEN
Dream - Sentimen perang dagang Amerika Serikat dan China kembali menghadang bursa saham Indonesia. Pelaku pasar yang cemas melihat memanasnya hubungan Trump-Xi Jin Ping memilih menjauh dari lantai bursa.
Untuk sementara investor belum terlalu terpengaruh dari sentimen positif dalam negeri dimana Bank Indonesia cukup optimistis melihat perekonomian 2019.
Tekanan aksi jual pun mewarnai laju indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan harian, Rabu, 28 November 2018. Tiga indeks syariah yang melemah sejak awal pekan ini pun kembali terperosok.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan koreksi 1,699 poin (0,961%) ke level 175,120. ISSI sempat memulai perdagangan dengan melaju positif ke level 176,976. Namun laju menanjak itu hanya bisa bertahan selama lima menit.
ISSI menghabiskan sisa waktu perdagangan dengan merangkak di zona negatif hingga akhir sesi penutupan. ISSI sempat terseret ke level terendahnya di 175,120.
Koreksi lebih besar dialami saham-saham unggulan syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) bahkan sampai terpangkas 12.281 poin (1,858%) ke level 648,803.
Sama seperti ISSI, indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini hanya menguat di menit-menit awal perdagangan. Laju penguatannya bahkan lebih singkat dari ISSI.
Nasib serupa dialami indeks JII70 yang mengalami tekanan hingga terkoreksi 3,188 poin (1,455%) ke level 215,960.
Secara keseluruhan, pasar modal Indonesia di tengah pekan ini memang mengalami tekanan cukup besar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan harus kembali terlempar dari level psikologis 6000.
IHSG menutup perdagangan dengan koreksi 22,343 poin (0,372%) ke level 5.991,246.
Saham sektor infrastruktur mengalami tekanan jual paling besar hingga terkoreksi 2,331 persen. Disusun properti 1,001 persen, manufaktur 0,495 poin.
Seperti biasa, investor memilih mencari posisi aman dengan mengoleksi saham-saham sektor komoditas dan keuangan. Namun penguatan tertinggi dialam indeks sektor barang konsumsi yang naik 0,151 persen, perdaganagan 0,062 persen, dan pertanian 0,042 persen.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah kali ini meningkat seiring tingginya aksi jual investor. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, sebanyak 33,65 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp3,76 triliun.
Emiten syariah yang mengalami tekanan jual tertinggi dihuni UNVR yang melemah Rp1.750 per saham. Top losser ISSI lainnya adalah UNTR Rp950, INTPRp850, INDR Rp425, dan SRTG Rp210 per saham.
Sebaliknya, top gainer indeks ISSI kali ini dihuni GMTD yang mengaut Rp 825, disusul ITMG Rp775, BUKK Rp210, IBST Rp200, dan INAF Rp150 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah untuk sementara mengerem laju penguatannya. Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang menjadi kurs referensi Bank Indonesia mencatat dollar AS diperdagangkan di level Rp14.535 atau mengaut 31 poin dibandingkan perdagangan kemarin.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?