7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Wah, Ternyata Ada Miliarder Yang Menjadi Penyumbang Dana Penyebar Berita Palsu. (Foto: Shutterstock/Ilustrasi)
Dream – Baru-baru ini nama Reid Hoffman jadi sorotan. Miliarder ini ketahuan menjadi donatur penyebar berita palsu.
Hal ini diketahui ketika pemilihan senat di Alabama, Amerika Serikat.
Dikutip dari Liputan6.com, Senin 31 Desember 2018, kelompok penyebar hoax yang didanai Hoffman ini berasal dari salah satu beberapa organisasi.
Dia merupakan donatur Partai Demokrat serta pendukung Doug Jones yang menghadapi Roy Moore dari Partai Republik dalam perebutan kursi senat.
Kelompok bernama American Engagement Technologies (AET) mendapat dana sejumlah US$750 ribu atau sekitar Rp10,92 miliar. Merekalah yang menyebar informasi palsu soal Moore lewat media sosial.
Taktik AET yang digunakan terhadap Moore, dipandang mirip seperti taktik Rusia yang santer disebut menyebar informasi palsu kala pilpres AS 2016. Tapi, tak jelas siapa dalang di balik kasus ini.
Hoffman pun menyampaikan permintaan maaf dan berkata tidak tahu mengenai taktik AET. Miliarder Silicon Valley itu menyesal karena tidak meneliti kelakuan AET dengan lebih baik.
" Saya melihat taktik yang belakangan ini dikabarkan sangatlah mengganggu. Atas alasan itu, saya malu akan kegagalan saya dalam melacak AET - organisasi yang saya dukung - dengan lebih menyeluruh, sebab mereka membuat keputusan sendiri untuk mendanai proyek yang akan saya tolak," kata dia.
Sekadar informasi, Hoffman merupakan salah satu pendiri LinkedIn. Ia turut berperan dalam pendirian PayPal dan LinkedIn. Kekayaan saat ini mencapai USD 1,7 miliar (Rp24,75 triliun).
(Ism, Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurniawan)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?