Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gaza
Dream - Kawasan pemukiman Gaza diramalkan bakal menjadi kota mati. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memperkirakan jika tren pertumbuhan ekonomi dunia tak berubah dalam lima tahun ke depan, Gaza akan menjadi kota yang tak bisa ditinggali.
Laporan UN Conference on Trade and Development merujuk pada blokade ekonomi terhadap Gaza yang sudah berlangsung delapan tahun. Serta tiga perang Israel-Palestina yang telah terjadi lebih dari enam tahun.
Pada perang terakhir, sekitar setengah juta orang menjadi korban dan meninggalkan kehancuran di sejumlah titik di Gaza.
" Perang ini efektif menghilangkan apa yang tersisa dari kelas menengah, mencerabut hampir seluruh populasi dan ketergantungan pada bantuan kemanusiaan internasional," ungkap laporan tersebut seperti dikutip laman thetelegraph.co.uk, Rabu, 2 September 2015.
Produk Domestik Bruto (PDB) Gaza telah turun 15 persen akhir tahun lalu. Sementara tingkat pengangguran meroket hingga 44 persen. Sekitar 72 persen rumah tangga bahkan terancam kelaparan.
Perang telah menghancurkan kemampuan Gaza mengekspor dan memproduksi kebutuhan pasar lokal. Serta tak ada waktu untuk proses rekonstruksi.
Laporan ini bahkan menyebutkan Gaza saat ini berada dalam proses pembalikan pertumbuhan yang meningkat.
Israel dan Mesir masih mempertahankan blokade terhadap Gaza sejak kelompok militan Hamas mengambilalih kekuasaan wilayah ini sejak 2007.
Prospek ekonomi Palestina pada 2015 diperkirakan akan memasuki masa suram seiring instabilitas politik, berkurang bantuan internasional, dan proses rekonstruksi yang melambat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya